Keagamaan
Covid-19
Kamis, 15 Juli 2021, 23:17:47 wita

Bupati Tanah Laut Himbau agar Pelaksanaan Salat Idul Adha Mentaati Prokes Covid-19

Share on Google+
Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dengan Instansi Vertikal, di Rumah Makan Tepi Danau, Kecamatan Pelaihari, Kamis (15/7/2021).
Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dengan Instansi Vertikal, di Rumah Makan Tepi Danau, Kecamatan Pelaihari, Kamis (15/7/2021).

PELAIHARI POST 電Bupati Tanah Laut HM Sukamta mengimbau, kepada para pengurus masjid dan masyarakat Kabupaten Tanah Laut yang akan melaksanakan salat Iduladha berjamaah agar taat dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

HM Sukamta sampaikan, saat melakukan Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dengan Instansi Vertikal, di Rumah Makan Tepi Danau, Kecamatan Pelaihari, Kamis (15/7/2021).

Ia tidak melarang bagi masyarakat yang akan melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah. Akan tetapi pada masa pandemi covid-19 saat ini alangkah baiknya salat idul adha bisa dikerjakan di rumah masing-masing.

“Kalau shalat berjamaah tidak kita larang tapi kami anjurkan di rumah saja salatnya, karena lebih aman dan lebih baik, khususnya di wilayah yang terdapat kasus Covid-19. Nanti jamaah salatnya juga dibagi, misal ada yang di masjid, mushola dan lapangan," ungkapnya

HM Sukamta tegaskan, guna menjaga penyebaran virus Covid 19, jamaah menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan membawa sajadah sendiri. Bagi

pengurus masjid yang memiliki kapasitas besar seperti Masjid Agung Syuhada, Masjid Al-Manar dan masjid lainnya di wilayah Kecamatan Pelaihari, akan mendapatkan sosialisasi untuk penerapan prokes dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut.

Selain itu Kata HM Sukamta, pemotongan hewan qurban dianjurkan untuk dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), namun keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH, pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH dengan ketentuan, melaksanakan pemotongan hewan qurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik.

“Penyelenggara hanya membolehkan petugas dan pihak yang berkurban untuk menyaksikan pemotongan hewan qurbannya, menerapkan jaga jarak fisik antar petugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging, dan pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak untuk menghindari kerumunan,” bebernya (Prokopim Tala/Asb)

Share on Google+
Tag
Covid-19
Idul Adha
Salat
Kurban