Sosial dan Budaya
Bantuan Sosial
Selasa, 23 Februari 2021, 04:01:00 wita

Inilah Kondisi Warga di Desa Jorong yang Dibuatkan Rumah Secara Gotong Royong

Share on Google+
Yadi (kiri, memegang E-KTP), saat dikunjungi Kepala Bagian Tim Reaksi Cepat dan Informasi Komunikasi Bencana (TRC IKB) RAPI Jorong-Batu Ampar, Muhammad Yarkani r (kanan, bertopi), Senin (22/02/2021)
Yadi (kiri, memegang E-KTP), saat dikunjungi Kepala Bagian Tim Reaksi Cepat dan Informasi Komunikasi Bencana (TRC IKB) RAPI Jorong-Batu Ampar, Muhammad Yarkani r (kanan, bertopi), Senin (22/02/2021)

PELAIHARI POST 電Yadi, warga yang dibuatkan rumah oleh Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Korwil Jorong-Batu Ampar, bekerjasama dengan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTBM) KIPUH dan dibantu oleh beberapa karyawan PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA) secara gotong royong, kondisinya saat ini sedang sakit lumpuh.

Penyakit yang dideritanya sudah sejak sekitar satu setengah tahun silam. Kini ia menempati rumah warga, namun karena rumah tersebut akan dibongkar dan akan dibangun rumah untuk ditempati oleh pemilik tanah, makanya harus berpindah.

Kepada Pelaihari Post , Senin (22/02/2021), Yadi menuturkan sebelum ada bantuan pembuatan rumah untuknya itu, ia sudah berpikir untuk membuat tempat tinggal ala kadarnya.

"Alhamdulillah saya dibikinkan rumah, seandainya tidak dibikinkan dan rumah ini dibongkar. Rencana saya mau menajak' terpal. Nggak ada biaya lagi." ujarnya.

Yadi pun menceritakan, semula ia karyawan Panen di PT CPKA yang sudah bekerja selama lima tahun, tapi sekarang sudah pensiun. Saat sakit, pihak perusahaan memintanya bertahan di Kamp dan kalau sudah sembuh akan dikasih pekerjaan yang ringan. Tapi karena keadaan sakit tidak berujung sembuh, ia pensiun dini.

Yadi tinggal serumah bersama dua orang anaknya. Anak pertama sudah tidak sekolah, sedang anak kedua sekarang masih tercatat sebagai pelajar Kelas 8 di SMPN 1 Jorong. Asalnya dari Kota Banjarmasin, statusnya sekarang sudah menjadi warga Kabupaten Tanah Laut. Memiliki E-KTP Kabupaten Tanah Laut tertanggal 05-05-2018 dan Kartu Keluarga tercetak Juni 2020.

Di masa pandemi sekarang ini yang kegiatan sekolah pada umumnya dilaksanakan secara online, anak Yadi tetap berangkat ke sekolah karena tidak memiliki ponsel. Saat sekolah belum melaksanakan model daring, anaknya ke sekolah bisa ikut armada dari perusahaan. Namun sekarang terpaksa ke sekolah secara mandiri. Sedangkan untuk biaya sekolah lainnya, sudah dibantu oleh pihak sekolah.

Untuk biaya hidup sehari-hari. Yadi sekeluarga bergantung pada anak pertama yang bekerja di warung. Setiap hari memberi bapaknya uang sebesar Rp 20 ribu untuk membeli beras ataupun keperluan hidup lainnya.

"Gak ada dapat bantuan dari pemerintah. Sama sekali nggak dapat. Ada dapat bantuan cuma dari sumbangan dari RAPI dan karyawan PT CPKA," tutup Yadi. (Wad)

Share on Google+
Tag
Bantuan Sosial
Lumpuh
Rumah
Gotong Royong
Jorong