Lingkungan
Mediasi
Selasa, 16 Februari 2021, 23:18:56 wita

PT CPKA Sepakati Tuntutan Warga Desa Jorong

Share on Google+
Kegitan Mediasi warga Desa Jorong dengan Perwakilan PT CPKA di Kantor Kecamatan Jorong, Selasa (16/02/2021)
Kegitan Mediasi warga Desa Jorong dengan Perwakilan PT CPKA di Kantor Kecamatan Jorong, Selasa (16/02/2021)

PELAIHARI POST 電PT. Citra Putra Kebun Asri (CPKA) menyepakati tuntutan warga Desa Jorong. Kesepakatan bersama tersebut diambil dalam musyawarah yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Jorong, Selasa (16/02/2021).

Musyawarah yang dilaksanakan tersebut terkait adanya keluhan pencemaran sungai di Desa Jorong yang pada puncaknya terjadi pada Minggu (14/02/2021), sungai yang melintas di desa tersebut dikeluhkan warga berwarna hitam dan berbau. PT. CPKA, sebagai pabrik pengolahan kelapa sawit di wilayah tersebut langsung melakukan langkah mediasi, Selasa (16/02/2021) dan menyetujui semua permintaan dari warga Desa Jorong.

Abdus Somad, warga Desa Jorong yang juga merupakan Anggota BPD bidang Pembangunan, kepada Pelaihari Post , Selasa (16/02/2021), menyampaikan bahwa tuntutan warga Jorong sudah sewajarnya kepada pihak PT. CPKA.

"Masyarakat tidak memanfaatkan atas musibah lingkungan ini, tapi masyarakat merangkul ke perusahaan agar program CSR lebih berjalan. Sekaligus menyuarakan keinginan masyarakat yang terdampak pencemaran. Untuk kedepannya untuk sama-sama menjaga. Agar peristiwa (pencemaran sungai) ini tidak terulang kembali," ujar Abdus Somad.

Pihak PT. CPKA diwakilkan oleh Eko Priyanto, menjelaskan bahwa telah dilakukan penutupan parit atau sodetan yang keluar ke sungai.

"Yang ke sungai dari limbah domestik, bukan limbah IPAL. Limbah IPAL sudah terkondisikan dengan baik. Limbah domestik ini dari cucian solid, abu boiler. Sudah ditutup semua," terangnya.

PT. CPKA, ucap Eko Priyanto., sudah memiliki kolam penampungan. Diduga akibat curah hujan yang tinggi beberapa waktu yang lalu, sehingga kolam penampungan tidak muat menampung. Peristiwa ini menjadi koreksi kepada PT. CPKA. Dan akan ditindak lanjuti dengan menambah jumlah kolam.

"Untuk akses keluar sudah ditutup semua. Jadi air sudah tertahan di kolam dan nanti akan dipompa ke kolam IPAL." Lanjut Eko Priyanto sebagai Manager Kebun di PT. CPKA.

Untuk mengantisipasi supaya peristiwa ini berulang kembali. Dari sisi teknis, PT. CPKA akan membuat conveyor dan hopper. Kemudian juga akan dibuatkan parit yang khusus untuk aliran air alam dan untuk parit khusus limbah domestik, yang kemudian akan ditampung dalam kolam.

"Limbah solid sebenarnya hasil padat dari hasil sampingan dari pabrik pengolahan sawit. Sebenarnya subur untuk tanaman, bahan organik. Cuma berwarna hitam, makanya kalau kena air akan meleleh. Menjadikan air menjadi keruh. Sebenarnya tidak berbahaya, nanti bisa dilihat dari hasil Lab nya. Sekitar tujuh hari hasilnya keluar dan akan disampaikan secara terbuka," tutup Eko Priyanto. (Wad)

Share on Google+
Tag
Mediasi
Perusahaan
Limbah
Sawit