Kesehatan
Narkoba
Selasa, 29 Desember 2020, 14:41:23 wita

BNN Kabupaten Tanah Laut Gelar Press Conference Akhir Tahun

Share on Google+
BNN Kabupaten Tanah Laut  Gelar Press Conference Akhir Tahun di ruang rapat kantor BNN  Kabupaten  Tanah Laut. Selasa ( 29/12/2020)
BNN Kabupaten Tanah Laut Gelar Press Conference Akhir Tahun di ruang rapat kantor BNN Kabupaten Tanah Laut. Selasa ( 29/12/2020)

PELAIHARI POST 電Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanah Laut menggelar Press Conference bersama media Cetak dan Online bertempat di ruang rapat kantor BNN Kabupaten Tanah Laut, Selasa (29/12/2020)

Kepala BNN Kabupaten Tanah Laut M. Faisal Sidiq, S.E. M.P menyampaikan yang saat itu di dampingi,

Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) Rina Wartini, S.KM, Kasi Rehabilitasi, Budhy Setya Nugraha, S.Sos dan Seksi Pemberantasan Imam Utomo, S.H.

"Kegiatan ini seperti strategi penanganan permasalahan narkoba di Indonesia. Narkoba ini selama masih ada yang membeli pastinya ada yang menjual. Pembeli narkoba merupakan para pecandu dan masyarakat luas."katanya

Hal tersebut kata M. Faisal Sidiq, BNN Kabupaten Tanah Laut melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dan melalui Seksi Rehabilitasi. Para pencandu narkoba harus di rehabilitasi medis maupun sosial. Maupun rehabilitasi rawat jalan atau rawat inap. Di BNN sendiri ada klinik Pratama yang menangani rawat jalan.

"Untuk rehabilitasi rawat inap kita rujuk ke Rumah Sakit Sambaliung atau ke balai rehab yang tersebar di Indonesia"katanya

Menurut M. Faisal Sidiq, rehabilitasi sendiri bisa memberdayakan lembaga rehabilitasi Pemerintah maupun komponen Masyarakat. Ia pun mendorong pihak Rumah Sakit atau Puskesmas untuk membuka balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) NAPZA.

"Untuk merehabilitasi para pecandu di daerah masing -masing, supaya tidak jauh cukup di Puskesmas di Kecamatan"harapnya

BNN sendiri membentuk agen pemulihan tutur M. Faisal Sidiq, tugas mereka membujuk para pecandu narkoba agar mau di rehabilitasi. Selain itu BNN memberi sosialisasi kepada masyarakat dengan cara penyuluhan di tingkat pelajar SDN sampai perguruan tinggi Mahasiswa. Di tingkat pekerja Swasta dan Pemerintah, keluarga ibu-ibu dan tokoh masyarakat.

"Kita juga lakukan informasi sosialisasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) selain pembuatan spanduk dan baliho kita informasikan di media elektronik, Radio maupun Televisi dan Mediasosial,"Jelasnya

Selanjutnya M. Faisal Sidiq, tambahkan, bidang Pemberantasan dilakukan pelaksanaan kegiatan intelijen Narkoba, penangkapan kurir, Pengedar dan Bandar Narkoba dan mengungkap jaringan sindikat narkoba.

"Kita juga selama setahun ini melaksanakan kegiatan sebanyak 18 kali kegiatan dari Dipa BNN dengan hasilnya masyarakat yang mengetahui informasi bahaya Narkoba 17.301. dari persentase pencapaian jumlah penduduk usia 10-59 tahun dengan jumlah jiwa di Tanah Laut 247,151 jiwa. Maka BNN cuman mampu 7,02 % informasi yang bisa disampaikan.

Kegiatan diluar DiPA, kata M. Faisal Sidiq, malah banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh BNN. Melakukan tatap muka sebanyak 53 kali, media radio 3 kali, media online mediasosial 164. Total kegiatan sebanyak 220 kali. Informasi yang tersampaikan kepada 64.054 orang dengan persentase dari jumlah penduduk di Tanah Laut 25,82 %.

M. Faisal Sidiq jelaskan, kegiatan BNN yang lain, yakni pelaksanaan sosialisasi mengguanakan anggaran dana desa (ADD) P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba,) ada 20 kegiatan yang berempat di 13 Desa di Tanah Laut.

"Karena BNN sendiri tidak bisa kerja sendirian harus didukung oleh stakeholder yang lain, Kita sudah mampu mendorong ada 13 desa yang menganggarkan sendiri sosialisasi P4GN. Ini suatu kesadaran dari Desa terkait bahaya penyalahgunaan narkoba di masyarakatnya"jelasnya

M. Faisal Sidiq berharap, ke 13 desa yang sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi P4GN kedepannya bisa menjadi pilot projeck desa Bersinar (Bersih Narkoba). Dan tiap desa dibentuk relawan Narkoba dan relawan pemulihan yang membujuk masyarakat pencandu narkoba untuk mau di rehabilitasi.

Lanjut M. Faisal Sidiq katakan, tes urine deteksi dini selama tahun 2020. Baik masyarakat, instansi Pemerintah, Swasta perusahaan. Melaksanakan tes urine sebanyak 15 kali.

"Selama tiga hari berturut-turut kita melakukan tes urine semua pejabat tinggi Pratama, Administrator, Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Dengan jumlah ada 205 pejabat yang kita tes urine hasilnya ada 3 positif 202 negatif."katanya

Sementara itu ditambahkan oleh Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) Rina Wartini, ia harapkan melalui optimalisasi anggaran dana desa bisa dialihkan tidak ke infrastruktur melainkan ke pemberdayaan masyarakat. Nanti BNN akan masuk melalui program desa bersinar.

"Karena adanya anak anak pengguna lem maka melalui desa bersinar dibuatkan Peraturan desa larangan penjualan sembarangan menjual jenis lem dan obat kepada anak - anak"katanya

Rina Wartini, harapkan semua desa di Tanah Laut bisa mengikuti program desa bersinar. Pasalnya masih ada wilayah yang rawan penggunaan Narkoba, ada di Kecamatan Bati- Bati, Kecamatan Takisung, Kecamatan Jorong dan Kecamatan Kintap. (Asb)

Share on Google+
Tag
Narkoba
BNN
Sabu
Tahun Baru 2021