Lingkungan
Banjir Rob
Sabtu, 19 Desember 2020, 13:41:24 wita

Warga di Muara Kintap Khawatir Banjir Rob Susulan, Pemerintah Siapkan 2 Ha Lahan Untuk Relokasi

Share on Google+
Camat Kintap Eko Trianto (menggunakan kaos warna krem) saat meninjau lokasi di Kampung Baru Desa Muara Kintap, Jumat (18/12/2020),
Camat Kintap Eko Trianto (menggunakan kaos warna krem) saat meninjau lokasi di Kampung Baru Desa Muara Kintap, Jumat (18/12/2020),

PELAIHARI POST 電Air laut pasang (banjir rob) masih menjadi ancaman bagi warga Kampung Baru Desa Muara Kintap RT 11, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Gelombang tinggi dipermukaan laut masih terus terjadi. Warga khawatir banjir rob disertai dengan derasnya ombak kembali naik ke permukaan dan menerjang rumah miliknya.

Dari data Kecamatan Kintap Sedikitnya ada 10 rumah warga Desa Muara Kintap RT 11 yang terkena dampak terjangan ombak air laut pasang (banjir rob). Pada hari Kamis (17/12/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

Rumah Aris Munandar keadaan rumah roboh, 5 keluarga mengungsi. Rumah Heri keadaan rumah rusak dibagikan tongkat kayu menggantung tidak layak huni, 4 keluarga mengungsi.

Rumah Mulyadi, dinding rumah dan bagian atap terbongkar hampir roboh. 3 keluarga mengungsi. Rumah Janir dapur terbongkar, Tiang rumah tergantung dan Diding Banyak yang rusak. 5 keluarga masih bertahan di rumah.

Rumah Sudirman, dapur roboh jumlah jiwa 4 orang. Rumah Adly lantai rusak tiang rumah banyak yang patah jumlah jiwa 4 orang. Rumah Jumiati tiang rumah banyak yang rusak jumlah jiwa 3 orang.

Rumah Noorlawati dapur roboh, lantai dan perabotan rumah banyak yang hanyut jumlah jiwa 5 orang. Rumah Surdiansyah tiang rumah banyak lepas dan lantai rumah banyak rusak jumlah 5 orang. Rumah Amir, dinding rumah rusak ringan jumlah jiwa 3 orang.

Camat Kintap Eko Trianto kepada Pelaihari Post , Jumat (18/12/2020), mengatakan tidak sepeti biasanya kejadian yang cukup besar terjadi pada malam hari pukul 21.00 Wita. Kejadian itu terdampak ke 10 rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sejauh ini kata Eko Trianto, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PUPRP dan sudah ada kesempatan kedepannya akan membuatkan Siring Bronjong.

"Selain itu, ada permintaan dari masyarakat jauh dari pemukiman warga tepatnya di siring pantai dibuatkan siring. Lantaran tanah yang sudah ada ditempat itu sudah habis tergerus air laut," katanya

Eko Trianto katakan, pihaknya berharap ada pihak pengusaha yang melakukan pembuatan Siring untuk menahan gelombang masuk ke permukiman warga.

Ia tambahkan, demi keselamatan warga supaya tidak terdampak gelombang air laut pasang, pihaknya sejak awal tahun 2020 sudah merencanakan merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. Karena pernah terjadi abrasi pada tahun 2019 yang lalu.

"Kita punya lahan sekitar 2 hektar untuk relokasi warga ketempat yang lebih aman dan dana pembangunannya masih menunggu dari pusat," pungkasnya (Asb)

Share on Google+
Tag
Banjir Rob
Muara
Pantai
Kintap