Kesehatan
Narkoba
Senin, 07 Desember 2020, 22:36:30 wita

Anggota DPRD Tanah Laut ini Akui Tidak Memakai Narkoba, Merasa Dijebak

Share on Google+
Kantor DPRD Kabupaten Tanah Laut, Senin (07/12/2020)
Kantor DPRD Kabupaten Tanah Laut, Senin (07/12/2020)

PELAIHARI POST 電Adanya anggota DPRD Tanah Laut yang dikabarkan diduga terjerat Narkoba jenis sabu menjadi perbincangan belakangan ini. Anggota DPRD yang hangat diperbincangkan tersebut adalah Syahrun yang selama ini diinisialkan dengan Srn. Ia membantah memakai narkoba dan merasa dijebak.

Kepada Pelaihari Post , Senin (07/12/2020), Syahrun menerangkan saat itu ia hendak ke Pelaihari, sesampainya di wilayah kecamatan Jorong hendak mengisi BBM, tetapi dompetnya tertinggal.

"Saat itu ada teman menelepon hendak menawarkan mobil, tapi mana mungkin, tidak ada uangnya. Saya sampaikan untuk meminjam uang untuk mengisi BBM, sampai saya kirim juga foto meteran BBM. Karena nomor rekening tertinggal, saya pinjam nomor rekening teman," terangnya.

Sesampainya di Pelaihari, tutur Syahrun, uang belum masuk di rekening dan ia diminta untuk ke Banjarbaru saja, uangnya akan diserahkan langsung.

"Sampai di Banjarbaru bukan uang yang datang, tapi sabu. Selanjutnya ada sekitar 7 orang, bubuhan BNN saat itu. Saya dipaksa mengakui barang itu milik saya.," tuturnya.

Syahrun pun heran, atas kejadian yang menimpa dirinya tersebut

"Anehnya, teman yang meminta saya datang di tempat itu, malah tidak ditangkap. Saya merasa dijebak," ucapnya.

Syahrun pun menceritakan kalau hasil test urine terhadap dirinya tidak terbukti kalau ia memakai narkoba.

"Hasl test Urine negatif, kodenya 01. Ini bukti paling valid, ya test urine. Kalau saya pemakai pastilah test urine positif. Tapi ini negatif. Dan saya siap untuk dilakukan test urine kembali, jika diperlukan," tegasnya.

Pada saat peristiwa tersebut, ucap Syahrun, ia melihat ada perilaku petugas yang tidak tepat, ada yang membawa parang agar ia mengakui memakai narkoba. Ia pun tidak terima atas kejadian itu dan akan melaporkan hal ini.

Syahrun pun menduga berkembangnya kabar tentang peristiwa yang menimpa dirinya ini, karena ada pihak-pihak yang tidak suka dengan dirinya.

"Ada orang tertentu yang menginginkan saya di PAW. Mereka dari awal memang tidak suka dengan saya. Saya mendengar Surat untuk PAW saya itu sudah diluncurkan," ucapnya.

Sementara itu Kasi Penyidikan BNNP Kalsel Kompol Yanto Suparwito saat di konfirmasi Pelaihari Post , Senin (07/12/2020), mengatakan, Syahrun beserta dua orang temannya terbukti menggunakan narkoba dan saat ini dilakukan rehabilitasi.

Yanto Suparwito membantah, kalau saat kejadian diamankannya Syahrun, ada dari anggota BNNP membawa parang dan menempelkan di leher Syahrun.

Ia tambahkan, setelah diamakankan dilakukan test urine dan urine milik Syahrun itu positif dengan dua orang temannya.

"Dari hasil test urine ada satu orang yang negatif dan urine nomor 01 yang negatif itu bukan punya Syahrun malainkan punya temannya," jelasnya

Menurutnya, siapapun yang terkena narkoba dibawah 1 gram barang bukti. Dari Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) akan dilakukan rehabilitasi.

"Saat ini status Syahrun, di rehabilitasi dan rawat jalan dan diwajibkan lapor ke BNNP sebanyak 8 kali lapor. Dilakukan kontrol supaya tidak melakukan lagi," kata Yanto Suparwito. (Asb)

Share on Google+
Tag
Narkoba
DPRD
Sabu
Gerebek