Huktibmas
Restorative Justice
Rabu, 14 Oktober 2020, 21:03:27 wita

Kejari Tanah Laut Sudah Berlakukan Restorative Justice Perdana Perkara Lakalantas

Share on Google+
Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Abdul Rahman SH,menyerahkan Surat Kebebasan Tersangka sebagai tindak lanjut dilaksanakannya Restorative Justice, Rabu (14/10/2020)
Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Abdul Rahman SH,menyerahkan Surat Kebebasan Tersangka sebagai tindak lanjut dilaksanakannya Restorative Justice, Rabu (14/10/2020)

PELAIHARI POST 電Kejaksaan Negeri Tanah Laut umumkan, terkait

dilaksanakannya Restorative Justice sejak terbitnya Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020. Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Kejari Tanah Laut telah melakukan penyelesaian seorang tersangka dalam tindak pidana kecelakaan lalulintas yaitu dengan melibatkan tersangka dan korban secara bersama dari kedua belah pihak.

Pengumuman kebebasan tersangka dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Abdul Rahman SH, didampingi oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Dimas Purnama Putra S.H, M.H dan Kasi Intel Kejari Tanah Laut Mahardika PW Rusady. S.H, Rabu ( 14/10/2020)

Pengumuman kebebasan tersangka ini berdasarkan Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020. Kejaksaan memiliki kewenangan penghentian perkara ditingkat penuntutan.

Pihak Kejaksaan Negeri Tanah Laut sudah melaksanakan perkara lalulintas pasal 310 ayat (4) UU No 22 tahun 2020 atas nama Irwan Peryadi dan korban atas nama Ahmad Maulana.

Dalam keterangannya Kajari Tanah Laut Abdul Rahman SH menyampaikan bahwa diterapkannya kebijakan Restorative Justice kedua belah pihak harus berdamai dibuat surat perdamaian dan seluruh keluarga menjadi saksi. Menurutnya berkas penetapan sudah disetujui oleh Kejaksaan Tinggi untuk dilaksanakan Restorative Justice.

Kajari juga menyampaikan, bahwa Restorative Justice ini berlaku bagi mereka yang baru pertama kali melakukan tindak pidana dan bukan resedivis dan ancaman hukumannya di bawah 5 tahun.

Restorative Justice ini, tutur Kajari Tanah Laut, tidak berlaku bagi perkara berat seperti Narkoba, pembunuhan dan pelecehan seksual. Restorative Justice berlaku untuk perkara, penganiayaan, pencurian , penggelapan , yang nilainya di bawah Rp 250.000,-.

Tujuan dari Restorative Justice ini kata Kejari Tanah Laut, bisa memberikan rasa keadilan hingga perkara tersebut tidak sampai ke pengadilan dan perkara ini yang sudah tahap dua atau P21. Namun bila mana kedua belah pihak masih ada yang merasa keberatan maka perkaranya tetap berlanjut ke Pengadilan.

Kajari juga menyampaikan bahwa Restorative Justice ini berlaku bagi mereka yang baru pertama kali melakukan tindak pidana dan bukan resedivis. ( Asb)

Share on Google+
Tag
Restorative Justice
Lakalantas
Lalu Lintas
Kecelakaan