Peristiwa
Percobaan Pembunuhan
Rabu, 30 September 2020, 20:41:10 wita

Tiba-Tiba Air di Tandon milik Warga Desa Tampang ini Beracun

Share on Google+
Anam Tusdiyono saat menunjukan tandon yang diketahui sebelumnya airnya mengandung bahan beracun, Rabu (30/09/2020)
Anam Tusdiyono saat menunjukan tandon yang diketahui sebelumnya airnya mengandung bahan beracun, Rabu (30/09/2020)

PELAIHARI POST 電Air di Tandon milik Anam Tusdiyono (44) Warga Desa Tampang Tampang RT 003 RW 002 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut yang selama ini dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tiba-tiba mengandung bahan beracun. Hal tersebut ia ketahui saat melihat air yang hendak ia gunakan berwudlu berwarna keruh.

Anam Tusdiyono saat ditemui Pelaihari Post di rumahnya, Rabu (30/09/2020), menuturkan pada saat itu ia akan berwudlu dari air yang mengalir dari tandon miliknya tersebut, tetapi ia merasa curiga karena air yang mengalir dari tandon yang berkapasitas 1.200 liter tersebut keruh. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menggunakan air tersebut.

"Pas saya buka kran, airnya berwana biru, saya tidak jadi mengambil air wudhu dari kran air itu, lalu saya pindah mengambil air wudhu ketempat lain ke Pamsimas milik Desa," ucapnya

Setelah itu, kata Anam Tusdiyono, ia dan warga lain memastikan naik ke atas tandon air dan ternyata air didalam tandon sudah berubah berwana biru.

"Lantas kami menghubungi kepala Desa Tampang, oleh Kades disarankan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi," ujarnya.

Ia pun mengaku beruntung masih selamat sekeluarga karena belum menggunakan air tersebut yang selanjutnya diketahui mengandung bahan beracun vairan obat rumput.

Anam Tusdiyono menduga kuat pelaku itu tetangganya sendiri Yang mana sudah lama ia dan pelaku tidak pernah akur dan banyak hal sepele terjadi selama itu ia merasa jadi korban.

"Kalau dilihat dari motif hasil keterangan dari Polisi, pelaku itu dendam sama saya. Dulu pernah saya gerebek sama warga lain, lantaran membawa perempuan ke rumah pada malam hari raya. Sedangkan orang tuanya tidak ada dirumah," kata Anam Tusdiyono.

"Ada juga masalah pelaku membuat kandang ayam petelur, karena lingkungan banyak yang tidak setuju makanya di larang," tuturnya.

Dijelaskan oleh Anam Tusdiyono, biasanya air tandon itu dipergunakan untuk konsumsi dapur selain buat mandi dan berwudhu. Saat kejadian percobaan pembunuhan itu, dirumahnya sedang ada enam orang termasuk keponakannya.

Sementara itu kepala Desa Tampang Suyanto katakan, pihaknya diberi tahu korban dan ia melihat peristiwa ini masuk kriminal, korban ia suruh melapor ke Polsek Pelaihari dan ternyata dari hasil pengungkapan Polisi mengarah ke tetangganya korban.

Suyanto katakan, pelaku dalam keseharian terkesan pendiam dan kurang bergaul dengan orang lain di lingkungannya.

" Ya betul masalah pelaku membuat kandang ayam itu, warga melapor ke saya banyak yang tidak setuju karena berdekatan dengan pemukiman warga," pungkas Suyanto (Asb)

Share on Google+
Tag
Percobaan Pembunuhan
Air Beracun
Tandon