Pendidikan
Wabah Penyakit
Kamis, 13 Agustus 2020, 20:07:10 wita

Santri dan Pengajar Pondok Pesantren di Tanah Laut Digratiskan dari Biaya Rapid Test

Share on Google+
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GT2P C19) Tanah Laut Bambang Kusudarisman saat diwawancarai di Ruang kerjanya, Kamis (13/08/2020)
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GT2P C19) Tanah Laut Bambang Kusudarisman saat diwawancarai di Ruang kerjanya, Kamis (13/08/2020)

PELAIHARI POST 電Rapid Test Covid-19 terhadap Para santri yang mondok di wilayah Kabupaten Tanah Laut, tidak dikenakan biaya. Kebijakan penggratisan ini juga diberlakukan kepada Ustadz dan Ustadzah yang menjadi pengajar pada pondok Pesantren di Kabupaten Tanah Laut.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GT2P C19) Tanah Laut Bambang Kusudarisman saat diwawancarai di Ruang kerjanya, Kamis (13/08/2020), mengemukakan penggratisan ini merupakan kebijakan BupatiTanah laut.

Bambang Kusudarisman menjelaskan bahwa penggratisan ini guna menindaklanjuti Surat Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Telah memperbolehkan Pondok Pesantren (Ponpes) yang santrinya tinggal di asrama atau mondok boleh mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka, namun diwajibkan melakukan rapid tes terlebih dahulu.

"Bupati membuat kebijakan dimana Pemerintah Kabupaten Tanah Laut membiayai rapid tes bagi santri serta para pengajar Ponpes yang ada di Tanah Laut. Kebijakan rapid tes ini sangat penting karena di asrama Ponpes itu mereka berkumpul, jadi mereka harus rapid tes dulu sehingga dipastikan bebas dari virus corona. Ketika rapid tes negatif masuk asrama, jangan lagi keluar dan yang dari luar juga jangan masuk,” ungkapnya

Bambang Kusudarisman yang juga Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Tanah Laut ini mengatakan bahwa dari delapan Ponpes yang memiliki asrama di Tanah Laut, sudah ada empat pesantren yang menjalankan peraturan yaitu mengadakan rapid tes diantaranya, Ponpes Darul Quran Istiqomah Pelaihari, Ponpes Babussalam Jorong, Ponpes Miftahul Ulum Sumber Jaya dan Ponpes Darussana Kintap

“Di Ponpes Daarul Quran Istiqomah dilakukan rapid test kepada 90 orang dan ada satu yang reaktif, namun setelah dilakukan tes swab hasilnya negatif, untuk Ponpes Babussalam pada tahap awal ada 300 orang yang di tes dan ada tiga yang reaktif dan hasilnya akan keluar hari ini. Sementara di Ponpes Miftahul Ulum dan Darussana dari hasil keseluruhan semuanya non reaktif,”katanya

Bambang pun mengharapkan agar Ponpes lain mengikuti langkah dari keempat Ponpes yang sudah melaksanakan rapid tes massal, untuk menjaga keselamatan para santri dan ustaz atau ustazah

“Kami tunggu secepatnya untuk Ponpes lain, tidak perlu mengajukan permohonan langsung saja hubungi kami atau Dinas Kesehatan akan kami rapid tes berapapun jumlahnya, dan kepada empat pesantren yang sudah melaksanakan rapid tes akan diberikan piagam penghargaan oleh Bupati Tanah Laut,” pungkasnya (Humaspro Tanah Laut/Asb)

Share on Google+
Tag
Wabah Penyakit
Corona
Pondok Pesantren