Kesehatan
Wabah Penyakit
Jum'at, 29 Mei 2020, 16:49:17 wita

Di Tanah Laut akan Diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Kecil

Share on Google+
Rapat Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 di Ruang Rapat Barakat Setda Kabupaten Tanah Laut, Kamis (28/05/2020)
Rapat Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 di Ruang Rapat Barakat Setda Kabupaten Tanah Laut, Kamis (28/05/2020)

PELAIHARI POST 電Belum diketahuinya secara pasti kapan berakhirnya pandemi Covid-19 hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tanah Laut mengambil beberapa tindakan pencegahan.

Salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK), seperti yang diungkapkan Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman usai melakukan Rapat Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 di Ruang Rapat Barakat pada Kamis (28/05/2020)

"Jika suatu wilayah tingkat desa/kelurahan dan kecamatan menjadi cluster atau transmisi lokal dengan tingkat penyebaran mencapai 30 persen, maka akan kita lakukan PSBK guna memutus mata rantai penyebaran atau penularan Covid-19 ini"katanya

Abdi Rahman mengungkapkan bahwa saat ini GTPP Covid-19 Tanah Laut sudah melakukan rapid tes secara besar-besaran guna memetakan penyebaran virus tersebut, yang mana kedepan akan datang.

"Sebanyak 10.000 alat rapid tes untuk dilakukan tracing penularan virus corona di Kabupaten Tanah Laut. Rapid tes ini langkah kita melakukan tracing, kalau reaktif kita pisahkan dulu dari yang negatif ke fasilitas karantina," ungkapnya

Langkah selanjutnya, kata Andi Rahman, melakukan uji Swab untuk mengetahui apakah mereka benar-benar terkonfirmasi terpapar Covid-19. Kita fokus pada tracing ini selain dipenanganan.

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman menjelaskan bahwa beberapa skenario kemungkinan telah disiapkan baik dalam jangka pendek dan menengah dalam menghadapi lonjakan pasien di Tanah Laut.

Dalam jangka pendek, persiapan diprioritaskan pada persiapan lokasi karantina terpusat di Kabupaten yaitu Fasilitas Khusus RSUD Boejasin lama, Balai Diklat Hutan Kota, dan pemaksimalan salah satu lantai di RSUD Boejasin Sarang Halang.

Sementara itu untuk jangka panjang jika lonjakan pasien atau Orang dalam Pengawasan (ODP) terjadi dan fasilitas karantina khusus sudah tak bisa menampung lagi maka akan diterapkan karantina mandiri, namun tidak sembarangan.

Ia tambahkan karantina mandiri akan dilakukan ketika masyarakat sudah diberikan sosialisasi dan kesadaran karantina mandiri di masyarakat sudah matang.

Rapat Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 tersebut juga diikuti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tanah Laut dan SKPD terkait. (Humas/ Asb)

Share on Google+
Tag
Wabah Penyakit
Corona
Transmisi
Masker