Kesehatan
Wabah Penyakit
Minggu, 12 April 2020, 19:56:27 wita

Kini 9 Orang Dikarantina, RSUD Hadji Boejasin Pelaihari yang Lama pun Direncanakan sebagai Tempat Karantina

Share on Google+
 Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman beserta jajaran SKPD tekait melakukan pengecekan Rumah Sakit Hadji Boejasin yang lama di Angsau, Minggu ( 12/04/2020)
Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman beserta jajaran SKPD tekait melakukan pengecekan Rumah Sakit Hadji Boejasin yang lama di Angsau, Minggu ( 12/04/2020)

PELAIHARI POST 電RSUD Hadji Boejasin Pelaihari yang lama, yang berada di Jalan Hadji Boejasin Angsau direncanakan sebagai tempat karantina atau isolasi bagi para pasien berdasarkan hasil Rapid Test dinyatakan ODP positif virus corona maupun PDP. Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman beserta jajaran SKPD tekait melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Hadji Boejasin yang lama tersebut, Minggu (12/04/2020)

Selama ini Balai Pendidikan dan Latihan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balai Diklat BPKPSDM) Kabupaten Tanah Laut atau sering disebut Balai Diklat Hutan Kota Pelaihari, sejak hari Jum'at (10/04/2020), digunakan sebagai tempat karantina.

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman menjelaskan hal ini sebagai salah satu langkah antisipasi dari Gugus Tugas Covid-19 Tala, untuk menangani jika ada peningkatan jumlah ODP dan PDP.

"Bagi masyarakat tidak usah cemas dan panik dengan adanya penambahan tampat karantina dan isolasi ini," pintanya

Abdi Rahman pun menyatakan tidak lama lagi akan datang alat Tapid Test, sebanyak 200 buah. Alat ini akan mendeteksi siapa saja ODP yang positif Covid-19.

"Sejauh ini tim terus bergerak untuk menyiapkan ruangan karantina dan isolasi di bangunan lama RSUD H. Boejasin"ucapnya

Menurutnya, untuk ruang karantina bagi ODP hasil Rapid Test, disediakan sebanyak 68 ruangan, sedangkan untuk PDP dengan gejala ringan ada 24 sampai dengan 30 ruangan isolasi dan PDP dengan gejala berat dengan total 23 ruangan.

" PDP dengan gejala berat ada yang diisolasi di bangunan baru dan bangunan lama RSUD H. Boejasin, totalnya ada 23 ruangan. Mereka ini tidak bisa digabung nantinya karena ditakutkan yang benar-benar positif bisa menularkan kepada yang belum tentu positif. Karena hasil rapid test ini keakuratannya hanya sekitar 30 persen, untuk mengetahui benar-benar positif atau tidak nya dengan pemeriksaan Swab," ungkapnya

Lebih lanjut Abdi Rahman menerangkan bahwa bangunan lama RSUD H. Boejasin dinilai sangat layak karena bangunan tersebut aset milik Pemkab Tala dan masih layak digunakan serta jauh dari pemukiman penduduk.

"Nanti akan diberikan pengamanan, di Ring dua ada posko pengamanan ada Polisi, TNI serta Satpol PP dan Damkar, orang tidak berkepentingan tidak akan diizinkan masuk. Nanti di Ring satu ada petugas kesehatan kita untuk menangani para ODP dan PDP," pungkasnya

Sementara itu Jubir Satgas Covid-19 Tala Antonius Jaka, saat dikonfirmasi Pelaihari Post , menyebutkan dari 5 jumlah pasien ODP yang dikarantina sejak kemarin sore bertambah 4 pasien, yakni dari Kecamatan Bajuin, Batu Ampar, Jorong dan Takisung.

"Jumlahnya sekarang ada 9 orang yang dikarantina" ucapnya

Ia sebutkan, semua pasien yang dikarantina tersebut merupakan jemaah Tablig yang berangkat ke Goa Sulsel." Pungkasnya. (Humas/Asb )

Share on Google+
Tag
Wabah Penyakit
Corona
Karantina
RSUD