Kesehatan
Wabah Penyakit
Kamis, 09 April 2020, 17:39:30 wita

Cegah Wabah Corona, Pemulung hingga Bank Titil Dilarang Masuk Desa Ini

Share on Google+
Kades Martadah Baru Slamet Prayitno (kiri), Himbauan terkait wabah Corona di Desa Martadah Baru (kanan atas). Foto dari Slamet Prayitno yang diolah
Kades Martadah Baru Slamet Prayitno (kiri), Himbauan terkait wabah Corona di Desa Martadah Baru (kanan atas). Foto dari Slamet Prayitno yang diolah

PELAIHARI POST 電Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Desa Martadah Baru Kecamatan Tambang Ulang untuk mencegah mewabahnya penyakit virus Corona (Covid-19). Salah satunya dengan pemasangan alat sosialisasi kepada masyarakat, yang menyebutkan antara lain bahwa Pemulung, Pengemis, Debt Collector, Sales door to door, Pedagang Keliling, Bank Titil dari luar daerah dilarang masuk Desa Martadah Baru.

Kepala Desa Martadah Baru Slamet Prayitno ketika dikonfirmasi Pelaihari Post , Kamis (09/04/2020), mengemukakan bahwa sosialisasi yang dilakukan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran wabah penyakit virus Corona di Desanya. Hal ini karena disadari di desanya ada kegiatan dari pihak dari luar, yang melaksanakan aktifitas di Desa Martadah Baru.

"Pemulung, Pengemis, Debt Collector, Sales door to door, Pedangan Keliling, Bank Titil yang dari luar itu yang masuk di Desa Martadah Baru kan tidak tahu riwayat perjalanan dan interaksinya," tutur Kades

Mengenai keberadaan Bank Titil ini, tutur Kades, intensitas masuk ke Desa Martadah Baru cukup tinggi. Hampir setiap hari masuk ke Desa Martadah Baru.

"Hari-hari ada bank titil, hari-hari datang, mereka dari mana?. Kemarin ada, hari ini ada, besok ada lagi. Kan pembayaran saat ini bisa dilakukan lewat transfer. Untuk itu kita sosialisasikan tidak masuk," ucapnya.

Namun demikian, tutur Slamet prayitno, larangan sebagaimana tertuang pada sosialisasi tersebut masih terbatas pada himbauan yang dilakukan untuk mencegah menyebarnya wabah penyakit virus Corona di Desanya.

"Tidak ada atau belum ada penindakan terhadap hal-hal tersebut. Sampai saat ini, himbauan yang kami lakukan. Itu baru-baru saja kita sampaikan. Belum diterapkan, kita lihat ke depan. Kan banyak orang dari luar daerah. Kita himbau untuk tidak masuk dulu," ucapnya.

Sedangkan terkait prosedur lapor bagi orang yang masuk, ucap Kades, saat ini belum ada posko di batas keluar masuk desa. Hal ini akan dilihat perkembangan ke depan.

"Himbauan dulu, kita lihat ke depan. Nantinya jika diperlukan ada posko, ada relawan, sesuai dengan protap yang ada seperti pemeriksaan kondisi tubuh, penyemprotan dan cuci tangan," jelasnya.

Sedangkan kegiatan-kegiatan, baik kemasyarakatan maupun keagamaan, ucap Slamet Prayitno, pihaknya mengikuti aturan dari Pemerintah termasuk juga dengan yang disampaikan oleh MUI terkait peribadatan yaitu selalu menjaga jarak fisik dengan yang lain dan menghindari berkumpul atau berkerumun.

Slamet Prayitno juga menjelaskan terkait adanya warga yang beberapa waktu lalu mengikuti kegiatan di luar daerah yakni di Kabupaten Goa Pronvinsi Sulawesi Selatan.

"Ada warga kami yang datang dari Goa, 5 orang. Mereka isolasi mandiri, sudah selesai. Ada satu yang sakit, sudah dites dengan rapid test. Kondisinya sehat, mereka sekarang sudah bekerja seperti biasanya," jelasnya.

Sedangkan terkait dengan pelayanan Pemerintah Desa kepada Masyarakat, ucap Slamet Pratyitno, masih tetap melayani masyarakat.

"Kantor desa tetap buka, tetap memberikan layanan kepada masyarakat. Kantor tetap buka dari Hari Senin sampai Jum'at. Petugas di kantor di jadwal bergilir," paparnya. (Asb)

Share on Google+
Foto terkait
Tag
Wabah Penyakit
Corona
Posko
Martadah Baru