Teknologi
Listrik
Selasa, 11 Februari 2020, 23:24:25 wita

PLN UPK Asam-Asam Pasok Listrik Sekitar 20 Persen ke Jaringan Listrik Sistem Kalimantan

Share on Google+
Dony Ocniza, Manager PLN UPK Asam-Asam, saat ditemui Pelaihari Post, Selasa (11/02/2020)
Dony Ocniza, Manager PLN UPK Asam-Asam, saat ditemui Pelaihari Post, Selasa (11/02/2020)

PELAIHARI POST 電PLN Unit Pelaksana Kebangkitan (UPK) Asam-Asam yang berada di Wilayah Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut yang terdapat Pembangkit Listrik yang menggunakan bahan bakar batu bara saat ini memasok kebutuhan listrik pada jaringan listrik sistem Kalimantan sekitar 20 persen. Jaringan Listrik Sistem Kalimantan ini terkoneksi pada jaringan listrik untuk wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Dony Ocniza, Manager PLN UPK Asam-Asam, saat ditemui Pelaihari Post , Selasa (11/02/2020) mengatakan untuk jaringan koneksi listrik di Pulau Kalimantan ini terbagi dua, yaitu Sistem Katulistiwa dan Sistem Kalimantan. Untuk Sistem Katulistima merupakan koneksi jaringan listrik untuk wilayah Kalimantan Barat, sedangkan Sistem Kalimantan merupakan koneksi jaringan listrik untuk wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

"Jaringan koneksi untuk Sistem Kalimantan saat ini kebutuhan listrik sekitar 1.100 MW sampai 1.200 MW, sedangkan kapasitas supplay listrik 1.250 MW. Dari PLN UPK Asam-Asam sendiri memberikan pasokan sebesar 260 MW. Ya, dari Asam-Asam menyuplai sekitar 20 persen lah," tuturnya.

Dari kemampuan suppay listrik yang ada pada sistem Kalimantan itu, dijelaskna oleh Dony Ocniza, masih terdapat sisa dari kemampuan pasokan listrik. Sisa dari kapasitas pasokan listrik itu merupakan cadangan yang bisa digunakan apabila ada kebutuhan meningkat.

"Kebutuhan listrik itu kan tidak flat, tapi fluktuatif. Dari kebutuhan yang ada terdapat sekitar 100 MW s/d 150 MW yang merupakan cadangan. Kelebihan antara kemampuan pasokan dan kebutuhan listrik ini merupakan cadangan. Tidak bisa disebut Surplus, karena cadangan itu tidak bisa disimpan. Tapi dicadangkan, misalnya jika kebutuhan listrik masyarakat meningkat," jelasnya.

Dony Ocniza pun menjelaskan fenomena kecenderungan penggunakan kebutuhan listrik khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Penggunaan kebutuhan listrik pada wilayah itu mencapai beban tinggi pada Hari Senin s/d Kamis. Sedangkan pada Hari Jum'at sampai Minggu mengalami kecenderungan turun.

"Mungkin untuk pada hari-hari tersebut, dimana penggunaan kebutuhan listrik tinggi, aktifitas kerja menggunakan sumber daya listrik lebih banyak. Sedangkan pada saat hari Jum'at sampai Minggu yang cenderung turun itu, karena berkurangnya aktifikas kerja atau kegiatan yang menggunakan sumber listrik. Mungkin karena pulang kampung atau liburan," ujarnya.

Sedangkan terkait pembangunan PLTU Asam-Asam unit 5 dan 6 bila rampung, menurutnya, akan memberikan tambahan pasokan listrik sebesar 2x100 MW atau 200 MW. Dengan tambahan kemampuan pasokan listrik ini, tutur Dony Ocniza, tidak berarti cadangan pasakan listrik akan bertambah sebesar penambahan tersebut, karena kebutuhan listrik bisa jadi juga mengalami penambahan.

Sebagaimana diberitakan Pelaihari Post sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam Asam unit 5 dan 6 yang berkapasitas 2x 100 MW diresmikan pengerjaanya pada Sabtu (02/12/2017) yang lalu. Pengerjaan unit ini sebagai perwujudan dari program 35.000 MW. Acara peresmian atau groundbreaking pada waktu itu dilakukan oleh Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah. (Asb)

Share on Google+
Tag
Listrik
PLN
PLTU
Asam-Asam
Jorong