Parlementaria
Layanan Kesehatan
Selasa, 11 Februari 2020, 22:47:03 wita

Pastikan Pasien Membludak Tetap Terlayani, Anggota DPRD Tanah Laut Kunjungi Puskesmas Perawatan Tajau Pecah

Share on Google+
Anggota DPRD Tanah Laut, yaitu  Edi Porwanto dan Ikhwan Khariri, memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di Puskesmas Perawatan Tajau Pecah, Selasa (11/02/2020),
Anggota DPRD Tanah Laut, yaitu Edi Porwanto dan Ikhwan Khariri, memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di Puskesmas Perawatan Tajau Pecah, Selasa (11/02/2020),

PELAIHARI POST 電Menindaklanjuti laporan membludaknya pasien yang menjalani rawat inap di UPT Puskesmas Perawatan Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar. Anggota Dewan Komisi II DPRD Tanah Laut, yaitu Edi Porwanto dan Ikhwan Khariri, Selasa (11/02/2020), melakukan kunjungan untuk memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Saat ini UPT Puskesmas Perawatan Tajau Pecah sedang menangani 26 pasien rawat inap dengan 23 diantaranya menderita DBD. Sedangkan kapasitas ruangan perawatan hanya bisa menampung 10 pasien. 12 pasien dirawat di tenda bantuan BPBD yang didirikan di halaman dan sisanya dirawat di ruangan UGD.

Selain menjenguk pasien dan mendengarkan keluhan keluarga pasien. Mengecek ketersediaan obat-obatan maupun peralatan medis. Sarana dan prasarana yang ada di UPT Puskesmas Perawatan Tajau Pecah. Ditemukan beberapa kekurangan terkait sarana penunjang. Diantaranya belum terpasang pendingin ruangan (AC) di ruangan stok obat dan ketersediaan air.

Selama ini untuk air didapat dari saluran PDAM yang berasal dari sumber air dari Desa Pantai Linuh. Jika sedang hujan, air keruh. Tidak sesuai untuk standar kesehatan.

"Disini tidak ada sumur bor, kami sudah mengusulkan ke DisKes," tutur Tantawi jauhari S.kep,Ns Kepala Puskesmas Tajau Pecah

Menanggapi hal itu, Edi Porwanto dan Ikhwan Khariri sebagai Anggota Dewan Komisi II dan sekaligus Anggota Badan Anggaran, berjanji akan memperjuangkan usulan sumur bor tersebut, jika memang sudah dimasukan ke dalam pengajuan anggaran.

"Nanti kita akan pastikan terlebih dahulu kesanggupan pihak PU untuk membuat sumur bor. Kalau bisa yang berkedalaman lebih 100 meter. Tidak kering di musim kemarau," Kata Edi Porwanto.

Sebelumnya nanti akan dibahas di Dewan tentang aturan yang sudah ada. Diketahui selama ini terkendala masalah adanya larangan sumur bor di area yang sudah dialiri PDAM. (Wad)

Share on Google+
Tag
Layanan Kesehatan
Puskesmas
DBD
Pasien