Perhubungan
Pelabuhan
Selasa, 14 Januari 2020, 19:27:06 wita

LSM Merah Putih: Proyek Pelabuhan Pelaihari di Desa Karang Rejo Masih Banyak kekurangan

Share on Google+
Direktur LSM Merah Putih Hardiansyah menunjukan foto Pelabuhan Jorong hasil dokumentasinya, Selasa (14/01/2020)
Direktur LSM Merah Putih Hardiansyah menunjukan foto Pelabuhan Jorong hasil dokumentasinya, Selasa (14/01/2020)

PELAIHARI POST 電Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih Kabupaten Tanah Laut, Hardiansyah, mengungkapkan kepada wartawan, pihaknya menilai jika pelaksanaan proyek pelabuhan Pelaihari di Desa Karang Rejo Kecamatan Jorong tersebut masih banyak kekurangan, karena dirinya mendapati masih ada pekerjaan yang belum selesai, Selasa (14/01/2020)

Dirinya berani mengungkapkan hal tersebut pernah datang ke lokasi Pelabuhan, dari pihak Unit Pelaksan Pelabuhan (UPP) Kintap pernah menyatakan, jika proyek pelabuhan Pelaihari akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI.Maka dari itu sebagai LSM kemudian dirinya mendatangi pelabuhan tersebut di Desa Karang Rejo Kecamatan Jorong yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Pelaihari.

Hardi sapaan akrabnya, menuturkan, untuk dapat memasuki kawasan pelabuhan yang berpagar itu terlebih dahulu harus ada izin terlebih dahulu, dan juga mendapat larangan untuk mengabadikan pelabuhan tersebut.

“Saya diperbolehkan masuk, namun dilarang mengabadikan foto,” ucapnya.

Tidak itu saja, Hardi,ingin lebih tau keadaan Proyek tersebut dan saat menuju dermaga paling ujung berjarak sekitar 1,8 kilometer itu, menggunakan mobil Suzuki Jimny Katana mendapati jalan yang bergelombang, terlihat masih ada lubang-lubang yang tertutup semen baru. Bahkan, mendapati tumpukan semen.

“Dermaga paling ujung terkesan miring, saya takut dan balik kanan lagi,” ungkap dia

Hardi, sangat menyayangkan proyek nasional ini masih terkesan belum siap untuk dioperasionalkan, dan pekerjaan proyek ini juga mendapat perhatian untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam

“Pekerjaan ini harus diperiksa KPK, karena terkesan sangat dipaksakan kalau dinyatakat selesai seratus persen," tegasnya.

Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut Hardi berpesan, harus teliti dalam menerima dan menyatakan, jika pelabuhan ini sudah selesai. Karena, suatu saat pelabuhan diterima, ternyata masih belum selesai. Maka akan dirugikan Pemerintah Daerah dan juga masyarakat Tala.

Sementara itu, sebelumnya pihak Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kintap Haji Djafar terkait Pelabuhan Pelaihari, bahwa pembangunan pelabuhan di Jorong dinyatakan sudah mencapai 100 persen,  baik pembangunan darat maupun pembangunan di laut untuk kegiatan proyek tahun 2019."katanya kepada Wartawan Selasa (07/01/2019)

Dijelaskan olehnya, kegiatan di dermaga sendiri dengan panjang 110 meter dan  lebar 14 meter dengan total dari darat ke laut sepanjang 1100 meter, dan dermaga dengan tipe finger. Untuk pembangunan di darat direncanakan kedepan pembanguan terminal  penumpang.

“Sudah terbangun saat ini gudang, pos jaga dan pintu masuk serta Masjid,” jelasnya.

Djafar menambahkan, di tahun 2020 mendatang belum ada kegiatan pembangunan, dan difokuskan ke operasional terlebih dahulu dan nanti mana yang dibutuhkan baru dioperasionalkan kembali.

"Tahun ini seperti kegiatan bongkar muat sudah  mulai  dibuka "ucapnya 

Langkah selanjutnya  pihak UPP Kintap, sedang melakukan ketahap pembersihan dan tahap koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tala, persiapan peresmian pelabuhan.

Hadji Djafar berharap, Pelabuhan ini bisa segera difungsikan secepatnya, yakni setelah dibuatkan berita acara aset masuk diserahkan kepihak UPP Kintap dan permohonan surat izin dikeluarkan.

“Sementara difungsikan untuk kargo umum,sedangkan  pelabuhan penumpang perlu persiapan beberapa sarana lagi termasuk terminal penumpang,” ungkapnya.

Terkait pekerjaan proyek, pihaknya mengakui ada beberapa volume yang perlu dibenahi seperti perapihan lahan, namun pihak Kontraktor bersedia akan merapikan, meski itu diluar dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), pihak UPP Kintap meminta ke Kontraktor, agar dirapikan sebelum diresmikan dan Kontraktor batas pemeliharannya sampai bulan Juni 2020.

Selama itu, saat ini akses ke dermaga ditutup untuk umum seperti orang mau memancing atau mau berwisata, lantaran ditakutkan ada kejadian kejadian kecelakaan,dermaga tersebut terbuka untuk yang berkepentingan ke pelabuhan.

“Untuk akses jalan kita serahkan ke pihak Pemda," tutupnya (Asb)

Share on Google+
Tag
Pelabuhan
Jorong
LSM
Jalan