Ekonomi
Kerajinan Tangan
Minggu, 12 Januari 2020, 00:15:18 wita

Pengrajin Kayu Ulin di Desa Kandangan Lama, Dikunjungi Anggota DPRD

Share on Google+
Pengrajin Kayu Ulin di Desa Kandangan Lama kedatangan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Laut  dari Fraksi Partai NasDem Joko Pitoyo, .Sabtu (11/01/2020).
Pengrajin Kayu Ulin di Desa Kandangan Lama kedatangan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Laut dari Fraksi Partai NasDem Joko Pitoyo, .Sabtu (11/01/2020).

PELAIHARI POST 電Pengrajin kayu ulin di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, yaitu Jhoni Setiawan (30) kedatangan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Laut dari Fraksi Partai NasDem Joko Pitoyo, .Sabtu (11/01/2020). Kunjungannya itu setelah beberapa kali pengrajin kayu ulin tersebut menghubungi lewat telephone.

Tiba di Desa Kandangan Lama RT 04, Kecamatan Panyipatan dirumah pengrajin kayu ulin Jhoni Setiawan (30) yang menunjukan rasa takjub atas kedatangan anggota Dewan itu, Jhoni Setiawan didampingi orang tuanya yaitu Asrudin (50) tanpa basa basi langsung berkali kali mengungkapan ketakjubannya yang mana seorang anggota Dewan sudah peduli mau mengunjunginya.

Jhoni Setiawan, ungkapkan dihadapan Joko Pitoyo memohon bantuan dan dukungan atas usaha kerajinannya itu, yang mana hampir tiga tahun lamannya dirinya menggeluti usaha kerajinan dari limbah kayu ulin seperti peralatan dapur, meski saat ini dalam pembuatan kerajinan itu masih dengan cara manual dan serba kekurangan peralatan.

Jhoni Setiawan katakan, pembuata kerajinan kayu ulin sesauai pesanan, setelah jadi baru dibuatkan, adapaun model desainnya itu bisa dibuatkan dulu sesuai permintaan konsumen. "kerajinan membuat cobek, ulekan, centong nasi dan talenan saya pasarkan melalui media sosial "katanya

Pembuatan cobek dan ulekan bisa memakan waktu 2 jam tutur Jhoni Setiawan,dalam sehari belum bisa mastikan berapa banyak pembuatan kerajinan nya itu,masih menyesuaikan pemesanan dari konsumen.Setiap hasil karya kerajinan harganya pun berbeda beda, harga eceran seperti piring kayu kecil dihargakan Rp 30 ribu,ukuran coet harga Rp 170 ribuan.

Jhoni Setiawan, berharap, Kepada Joko Pitoyo dan pihak lainnya bisa membantu dan memfasilitasi hingga dibantu alat kerajinan agar mempermudah membuat kerajinan dari limbah kayu ulin.

Sementara Joko Pitoyo, mengatakan, melihat hasil karya pengrajin dari limbah kayu ulin itu, pihaknya bisa membantu baik dipemasaran maupun disegi alat kerajinan.

"Ya nanti bisa kita bantu melalui alat kerajinan dan bisa kita lihat kerajinan sperti ini perlu dikembangkan lagi, supaya mendapat hasil yang lebih baik dan pemasaran itu sendiri bila perlu bisa menjangkau pasar luar Kalimantan Selatan dan ini pun saya pesan beberapa hasil karyanya buat dibawa ke Jakarta, "pungkasnya. (Asb)

Share on Google+
Tag
Kerajinan Tangan
Kayu
Ulin
Kandangan Lama