Huktibmas
Perkara Pidana
Senin, 30 Desember 2019, 17:45:22 wita

Selama Tahun 2019, Polres Tanah Laut Tangani 213 Kasus dan Amankan 205 Tersangka

Share on Google+
Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi saat menggelar Konferensi Pers Akhir tahun yang di laksanakan di aula Mapolres Tanah Laut, Senin (30/12/2019)
Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi saat menggelar Konferensi Pers Akhir tahun yang di laksanakan di aula Mapolres Tanah Laut, Senin (30/12/2019)

PELAIHARI POST 電Kepolisian Resort Tanah Laut, selama tahun 2019 telah menangani tindak pidana sebanyak 213 kasus, dengan tersangka 205 tersangka yang diamankan. Hal tersebut dikemukakan Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi saat menggelar Konferensi Pers akhir tahun yang di laksanakan di aula Mapolres Tanah Laut. Senin (30/12/2019)

Dijelaskan oleh Kapolres Tanah Laut, pada tahun 2018 jumlah tindak pidana berjumlah 217 kasus dan tersangka sebanyak 199 orang. Untuk kejahatan Konvensional di tahun 2019 ada penurunan dibandingkan ditahun 2018. Ada peningkatan pada kejahatan kekayaan negara,

Menurut Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi, ada peningkatan di tindak pidana Narkoba, karena berdasarkan keaktifan anggota Polres didalam tindak pidana narkoba.

"Ada peningkatan dalam pengungkapan kasus. Terkait BBM ilegal ditahun 2019 ada peningkatan ada 11 kasus yang berhasil diungkap dan 11 tersangka.Sementara pada tahun 2018 berhasil mengungkap 7 kasus dan 4 tersangka," ungkapnya.

Yang tidak kalah menarik atas sukses anggotanya itu di tahun 2019, kata AKBP Cuncun Kurniadi, pihak Polres Tanah Laut berhasil mengungkap kasus Ilegal Loging, dengan jumlah tindak pidana 9 kasus dan jumlah tersangka ada 4 tersangka.Berbeda pada tahun 2018 ada 5 kasus dan tersangkanya ada 7 tersangka. Selanjutnya, kasus Ilegal Mining ditahun 2019 menangani 8 kasus dan tersangka ada 3 orang.Pada tahun 2018 mengungkap 4 kasus dan 4 tersangka.

Mengenai Tindak pidana Korupsi, disebutkan oleh Kapolres, nilai kerugian negara berhasil diungkap dari Dana Desa tahun 2019 di Desa Kunyit.Kerugian negara yang berhasil di hitung mencapai Rp 291 juta rupiah. Sedangkan untuk kasus serupa pada tahun 2018 anggaran dana BOS SMAN 1 Pelaihari dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 576 juta lebih dan Dana Desa di Desa Ambungan nilai kerugian negara sebesar Rp 382 juta rupiah.

"Nilai penyelamatan uang negara dari proses sidik dari dana BOS SMAN 1 Pelaihari berhasil diselamatkan sekitar Rp 184 juta lebih dan Dana Desa di Desa Ambungan sebesar Rp 20 juta lebih," ucapnya.

Kapolres Tanah Laut, menyampaikan bahwa untuk pengungkapan kasus narkoba ada peningkatan pada tahun 2019 sangat signifikan dengan jumlah 122 kasus dibandingkan tahun 2018 mengungkap 81 kasus.Disini ada sedikit perbedaan pengungkapan undang undang kesehatan tahun 2019 bisa mengungkap 2 kasus, sedangkan tahun 2018 ada 20 kasus.

"Dengan harapan akan berakibat baik kedepannya, yang mana peredaran obat keras undang undang kesehatan menurun di Tanah Laut, tahun inipun berhasil 2 kasus yang diungkap," ujarnya.

AKBP Cuncun Kurniadi, menyampaikan pula bahwa barang bukti kasus narkotika dan undang undang kesehatan pad tahun 2019. Jumlah barang bukti narkotika yang disita sebanyak 498,34 gram jenis narkotika sabu,undang undang kesehatan yang berhasil disita ada 74 butir dan golongan 4 sejumlah 920 butir jenis pil carnopen dan 75 butir pil dextro dan total uang disita Rp 12 juta lebih.

Diseburkan oleh Kapolres, Pada tahun 2018, narkotika yang disita 47,17 gram jenis sabu dan undang undang kesehatan ditahun 2018 sebanyak 7 butir, golongan 4 sebanyak 13542 butir jenis pil carnopen dan 426 pil dextro.

"Jumlah tersangka tahun 2019 sebanyak 146 tersangka jenis kelamin laki laki dan 8 tersangka perempuan.Tahun 2018 tersangka yang diamankan sebanyak 87 tersangka laki laki dan 4 tersangka perempuan," katanya.

Mengenai Lakalantas tahun 2019, kata Kapolres Tanah Laut, ada pènurunan dengan jumlah 47 kasus, korban meninggal dunia ada 30 orang.Lakalantas tahun 2018 sebanyak 53 kasus dan 41 orang korban meninggal dunia.Ada perbedaan peningkatan di korban luka berat

Tahun 2019 sebanyak 13 orang, sementara tahun 2018 ada 7 orang dan korban luka ringan tahun 2019 sebanyak 54 orang ditahun 2018 ada 42 orang.Total kerugian matrial tahun 2019 sebesar Rp 129 juta tahun 2018 sebesar Rp 68 juta.Penindakan tilang tahun 2019 ada peningkatan sebanyak 6624 penindakan tilang, tahun 2018 kasus tilang sebanyak 5900 tilang.

"Mudah mudahan, penurunanan lakalantas diTanah Laut bisa diturunkan kembali pada tahun 2020, meskipun data yang ada saat ini masih cukup banyak jumlah korban meninggal dunia. Kita berupaya langkah langkah jajaran lantas dan jajaran Polsek untuk melakukan pemasangan himbauan maupun kegiatan lainnya," katanya

Sedangkan mengenai Tindak pidana ringan yang ditangani Sat Sabhara, disebutkan terkait pelanggaran minuman keras tahun 2019 sebanyak 12 kasus, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 40 kasus.

Kapolres tambahkan, Operasi kepolisian tahun 2019, terkait dengan pengamanan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan lancar, berkat upaya seluruh jajaran Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, menciptakan situasi kamtibmas aman di Tanah Laut.

"Proses pemungutan suara dan masa tenang Pemilu 2019 dan Kampanye hingga proses pelantikan berjalan dengan aman dan lancar. Terakhir pada pengamanan Pilkades serentak dengan jumlah 52 Desa bisa berjalan dengan lancar dan aman tidak ada gangguan Kamtibmas," pungkasnya. Asb

Share on Google+
Tag
Perkara Pidana
Konferensi Pers
Polres
Tahun Baru