Sosial dan Budaya
Komunitas
Jum'at, 06 Desember 2019, 11:23:31 wita

Tampilkan Jaipongan dan Pertunjukan Atraksi, Paguyuban Siliwangi Tanah Laut ikut Meriahkan Hari Jadi ke-54 Tanah Laut

Share on Google+
Personel Paguyuban Siliwangi Tanah Laut usai Pertunjukan Atraksi, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Kamis (5/12/2019)
Personel Paguyuban Siliwangi Tanah Laut usai Pertunjukan Atraksi, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Kamis (5/12/2019)

PELAIHARI POST 電Dalam rangka mengisi hari jadi Kabupaten Tanah Laut ke 54,oleh Paguyuban Siliwangi Tanah Laut pun tidak mau ketinggalan pada momentum hari jadi selain itu kegiatan tersebut merupakan pentas seni dan budaya untuk saling silaturahmi dan merekatkan kebersamaan baik Paguyuban Siliwangi Tanah Laut maupun dari Paguyuban Lembur Kuring Banjarbaru.

Paguyuban Siliwangi yang merupakan perkumpulan warga Kalimantan Selatan berasal dari Jawa Barat ini menyajikan atraksi yang cukup membuat jantung berdetak bagi siapa saja yang memandangnya. Aksi-aksi yang dilakukan oleh orang yang profesional, Kamis siang (5/12/2019) kemarin di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai.

Anggota Paguyuban Siliwangi Tanah Laut ini menampilkan aksi-aksi menantang nyali seperti berjalan di atas pecahan kaca botol yang sangat tajam hingga berbaring dan berguling-guling tanpa mengenakan baju,kemudian berbaring di atas paku-paku yang tajam dan sudah di letakan di atas papan,hingga sampai harus kembali berguling-guling di atas dahan pohon yang penuh dengan duri-duri tajam.

Setelah melakukan aksi berjalan, berbaring dan bergulang-guling di atas pecahan kaca botol,paku dan dahan berduri,pada perut mereka kembali di letakkan papan tebal memanjang sebagai lintasan motor trail dengan 1 orang penumpang pun melindasnya dari arah kanan dan kiri,tentunya badan tetap masih berbaring di atas pecahan kaca.

Jangankan sakit pecahan kaca botol itu sedikit pun tidak melukai kulit badan. Aksi ini pun mendapat tontonan warga yang,bahkan ada yang sambil mengabadikannya lewat smart phone. Sebelumnya,Paguyuban Siliwangi Tala menampilkan tari-tarian Jaipong baik oleh kaum laki-laki dan remaja putri. Tari-tarian yang di iringi musik penggiring seperti Gamelan, dan para pemain musik pun kaum ibu-ibu.

Mosandi Malik selaku penasehat Paguyuban Siliwangi Tala mengutarakan, terbentuknya Paguyuban yang merasa satu visi dan misi. Sebagai warga pendatang di Kabupaten Tanah Laut. “Berkeinginan di Tanah Laut ada sebuah paguyuban dari warga pendatang, dan berharap pula dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperhatikan keberadaan warga pendatang di Kalsel,khususnya Kabupaten Tanah Laut,”ucapnya.

Ia menambahkan,Paguyuban Siliwangi Tanah Laut ikut serta memberikan sumbangsih di hari jadi Tala ke 54. Harapan bagi pendatang yang belum menjadi anggota dimana pun berada di Kabupaten Tanah Laut ini bisa bergabung dengan paguyuban. Paguyuban serupa juga ada di bentuk di kota Banjarbaru yang bernama Lembur Kuring.

Wakil ketua Paguyuban Lembur Kuring kota Banjarbaru H.Wahyudin di sela-sela kegiatan mengungkapkan,cikal bakal paguyuban di Kalsel sendiri berada di Banjarbaru yang di mulai dari tahun 1980-an. “Disarankan kepada kabupaten lain yang belum membentuk paguyuban untuk bisa membentuknya,”kata Wahyudin.

Keanggotaan paguyuban Jawa Barat secara global di Kalsel berjumlah sekitar 1.000 orang. Paguyuban apapun, jangan sampai ada di beda-bedakan,karena budaya-budaya baik keseniannya merupakan warisan nenek moyang,dan semua adalah saudara, tidak ada membeda-bedakan suku satu sama lainnya,semua terangkum dalam Bhieneka Tunggal Ika,tutup Wahyudi. (Tung/asb)

Share on Google+
Tag
Komunitas
Seni
Perkumpulan
budaya