Keagamaan
Haul
Selasa, 08 Oktober 2019, 16:27:07 wita

Haul Akbar Datu H. Bakeri bin Abdurrahman ke-53

Share on Google+
Haul akbar Datu H Bakeri bin Abdurrahman  ke-53  dilaksanakan di Jalan Matah Komplek Karunia Kembar I Pelaihari, Jumat (04/10/2019)
Haul akbar Datu H Bakeri bin Abdurrahman ke-53 dilaksanakan di Jalan Matah Komplek Karunia Kembar I Pelaihari, Jumat (04/10/2019)

PELAIHARI POST 電Haul akbar Datu H Bakeri bin Abdurrahman ke-53 dilaksanakan di Jalan Matah Komplek Karunia Kembar I Pelaihari, Jumat ( 04/10/2019) lalu jemaah haul membludak.

Datu H.Bakeri bin H.Abdurahman merupakan tokoh pendiri Kabupaten Tanah Laut .Pada haul ke 52 tersebut di awali dengan melakukan ziarah ke makam Datu H.Bakeri bin H.Abdurahman, Jum’at sore (4/10/2019 ) di pemakaman umum Muslimin Jalan A.Yani Pelaihari.

Pembacaan doa saat ziarah ke tokoh pendiri Tanah Laut tersebut di pimpin oleh habib Dr.Alwi Hamid Shihab dari Tarim Hadralmaut, turut dihadiri keluarga dari tokoh pendiri Tanah Laut dan masyarakat.

Pada peringatan haul yang di gelar di rumah salah satu buyut tokoh pendiri Tanah Laut yakni M.Agus Erfansyah di Jalan Matah Komplek Karunia Kembar 1 Pelaihari malam hari.

Haul akbar tersebut mendatangkam beberapa habib yakni habib Muhammad bin Anis bin Syahab, habib Muhammad Al Habsy dari kota Solo, Jawa Tengah, habib Ahmad Assegaf, dan guru H.Nur Mahmudi

Dibacakan cerita perjalan hidup (Manakib) tokoh pendiri Tanah Laut oleh Budi Nafarin yang merupakan buyut dari tokoh pendiri Tanah Laut ini. H.Bakeri bin Abdurahman merupakan anak dari Abdul Rahman dan Maimunah yang terlahir di tahun 1880 masehi di Pelaihari.

Selama 55 tahun H.Bakeri menjadi kepala padang atau kepala kampung Pelaihari dan menetap di Jalan Sawahan Pelaihari, kemudian di teruskan oleh anaknya Matran HB lantaran H.Bakeri sudah ujur.Dalam keseharian H.Bakeri suka memakai kain sarung dan berecelana setengah panjang (Katuk), kaos oblong, dan suka pakai tongkat.

Pada tahun 1953, merupakan program Tranmigrasi,di Desa Gunung Gundul sekarang Desa Gunung Makmur di Kecamatan Takisung, para pendatang dari Jawa banyak datang ke rumah H.Bakeri dan banyak yang menginap di rumahnya, dan bahkan ada yang menginap selama 2 bulan di rumahnya.H.Bakeri sendiri meminjamkan tanah di daerah Bramban untuk di bangun rumah. Kehidupan H.Bakeri di kenal dermawan dan pemurah serta suka memberi makan orang, bahkan jika pihak keluarga ingin membuat kue, maka di minta membuatnya sendiri.

Isteri H.Bakeri bernama Hj.Arpah bahkan pernah menyediakan 1 karung tepung terigu untuk membuat keu Lempeng . Ketika penjajah dari Jepang datang justru tidak menyakiti dan keluarganya maupun masyarakat, Jepang malah bersikap santun. Itulah sebagian kharismatik atau wibawa yang di berikan Allah SWT sebagai kelebihannya.

H.Bakeri juga dalam bertindak cepat dalam melerai perselisihan antar warga yang nyaris berkelahi lantaran emosi tinggi, hingga tidak jadi berkelahi. Taat beribadat, suka membaca kalimat solawat dan menyerukan kepada keluarganya untuk menyukai membaca solawat.Kelebihan lainnya H. Bakeri punya amalan yakni kalau ada maling atau pencuri yang masuk rumah, maka maling itu tidak bisa pulang sebelum di beri makan baru di suruh pulang, dan H.Bakeri senang bersahabat dengan para ulama.

Semasa dulunya H.Bakeri juga penjual atau pedagang ternak sapi mempunyai anak 13 orang dari isteri bernama Hj.Arpah, namun isterinya Hj.Arpah meninggal saat ibadah haji di Mekkah.Selanjutnya H Bakeri menikah lagi dengan Nur Hayah dan di karuniai anak 1 orang bernama Ahmad Murjani. Berkat dorongan dan doa restu dari H.Bakeri kepada kedua anaknya H.Matran HB dan H.Parhan HB, dan dukungan dari keluarga lainnya untuk menjadikan Kewedanan Tanah Laut untuk menjadi Daswati II Tanah Laut atau yang sekarang di sebut Daerah Tingkat 2 Tanah Laut.Akhirnya Allah SWT pun memanggil untuk mengjadapnya. H.Bakeri pun wafat pada tanggal 9-10 Shafar 1967 masehi, dan di makamkan di pekuburan Muslimin Tanah Merah Pelaihari.

Sementara itu , H.Saryanie salah seorang cucu dari H.Bakeri pada haul ke 52 mengharapakan , Haul Akbar ini adalah untuk, dan berharap juga kepada almarhum pendiri Tanah Laut yang lainnya bisa melaksanakan haul setiap tahun, terlebih pada setiap hari jadi Tanah Laut bisa di agendakan kegiatan haul untuk pendiri Tala.

Berharap pula, Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah yang agamis, Pemkab selalu bantu Ponpes-ponpes, majelis Ta’lim. Pada setahun kepemimpinan bupati yang saat ini dan berharap ASN di benahi benar-benar sesuai dengan disiplin ilmunnya/keahliannya.

Bahkan pelaksanaan proyek-proyek daerah dalam rangka pemerataan maka berikan kesempatan secara merata kepada kontraktor daerah, dan terakhir terkait pada pogram pembangunan hendaknya berdasarkan asas manfaat, pakai skala prioritas dan mana yang paling urgen bagi rakyat. (Asb)

Share on Google+
Tag
Haul
tokoh
ibadah