Huktibmas
Karhutla
Rabu, 18 September 2019, 03:13:17 wita

Polres dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut Bentuk Gakkum Karhutla

Share on Google+
Polres Tanah Laut dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut bersinergi membuat Penegakan Hukum (Gakkum) Karhutla, Selasa (17/09/2019)
Polres Tanah Laut dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut bersinergi membuat Penegakan Hukum (Gakkum) Karhutla, Selasa (17/09/2019)

PELAIHARI POST 電Polres Tanah Laut dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut bersinergi membuat Penegakan Hukum (Gakkum) Karhutla.Hal itu dilakukan penanganan perkara tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Nota kesepahaman pun dibuat pihak Polres Tanah Laut dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut nomor B/728/IX/HUK8.1.1/2019 disepakati oleh kedua belah pihak yakni Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK MH dan Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Abdul Rahman SH.

Sinergitas Polres Tanah Laut dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut, selain penanganan perkara tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Gakkum Karhutla Kabupaten Tanah Laut pada hari selasa (17/09/2019) turun langsung ke lokasi pasca terjadi kebakaran lahan yang terjadi diawal bulan September 2019.Luas lahan yang terbakar sekitar 1,2 Hektar masuk diwilayah Kelurahan Sarang Halang RT 09, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Dari Pantauan Pelaihari Post dilokasi tempat kejadian perkara di titik itu, terbentang kabel saluran udara tegangan tinggi (sutet) Perusahaan Listrik Negara (PLN) kuat dugaan lahan yang terbakar itu akan dibuka menjadi lahan kebun warga.

Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Alvin Agung Wibawa,S.IK saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan,pihak PolresTanah Laut telah membuat Nota kesepahaman terhadap Penegakan Hukum (Gakkum) Karhutla. "Nantinya Polri dan Kejaksaan bersinergi bersama sama menangani perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diawali dengan cara mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara lalu dilanjutkan ke gelar perkara Karhutla," katanya

Menurut AKP Alvin Agung Wibawa,S.IK Dengan cara bersinergi Polri dan Kejaksaan, membuat Gakkum Karhutla ini, supaya berkas perkara nantinya mudah dan cepat ditangani. "Dari awal proses penanganan perkara tim Gakkum Karhutla langsung membuat timeline penanganan perkaranya sehingga penanganannya efektif kapan harus ekspose, tahap 1, tahap 2 semuanya sudah terjadwal dan terencana dengan baik dan matang "ungkpanya

AKP Alvin Agung Wibawa S.IK,jelaskan,pihaknya masih mendalami kasus kebakaran lahan di Kelurahan Sarang Halang RT 09, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut adapun beberapa saksi sudah diperiksa untuk dimintai keterangan seperti pemilik kebun di sekitar TKP dan saksi dari PLN. "Kebakaran dilahan ini kalau tidak cepat ditangani api yang membakar lahan bisa merambat ke bentangan kabel saluran udara tegangan tinggi (sutet) Perusahaan Listrik Negara (PLN)beruntung api segera dipadamkan kalau tidak bisa lebih parah listrik akan padam se Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah itupun sempat listik dipadamkan oleh pihak PLN "jelasnya

Sementara ditempat yang sama Agung Wijayanto SH.MH Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanah Laut, mengatakan,dalam hal penanganan perkara Karhutla berawal dari Mou adalah untuk mempercepat penanganan perkara, sehingga bisa langsung koordinasi bersama penyidik dengan jaksa yang di tunjuk menangani hal ini. “Sama-sama turun kelapangan, bisa melihat langsung, seperti apa nanti yang bisa di persiapkan. Kejaksaan sifatnya menunggu berkas masuk, kemudian di pelajari lebih dulu, apa yang kurang nanti di beri petunjuk kembali, namun kalau seperti ini tim Gakkum bisa sama-sama, apa kendala yang di hadapi dilapangan maka bisa langsung di selesaikan bersama,”ungkpanya

Agung Wijayanto SH.MH mengatakan ancaman penjara bagi pelaku pembakaran sendiri maksimal selama 12 tahun.Karena perkara Karhutla menjadi masalah serius khususnya di wilayah Tanah Laut yang notabene terdapat kawasan hutan maupun lahan. Sehingga kita sama sama satu sikap untuk mengejar dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan maupun lahan," bebernya

Lanjutnya,bersama sama melakukan ekspose perkara, bahkan sebelum pengiriman berkas perkara pun tim Gakkum Karhutla sama sama melakukan ekspose, hal ini sebagai bentuk koordinasi antara Jaksa dan Penyidik dengan tujuan percepatan penanganan perkara khususnya Karhutla." tandasnya. (Asb)

Share on Google+
Tag
Karhutla
kebakaran
hutan
lahan