Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Senin, 16 September 2019, 20:45:07 wita

RSUD Hadji Boejasin Saat Ini Tidak Miliki Dokter Spesialis THT

Share on Google+
RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (16/09/2019)
RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (16/09/2019)

PELAIHARI POST 電Pasien yang akan berobat ke dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari terpaksa dialihkan ke Klinik Swasta yang sudah memiliki dokter spesialis THT seperti Klinik Ammariz di Jalan KH Mansyur. Lantaran saat ini, RSUD Hadji Boejasin Pelaihari belum memiliki dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT)

Seperti yang dirasakan oleh salah satu pasien THT yaitu Jazuli, dirinya berniat memeriksakan kondisi kesehatannya hidungnya yang sering flu datang ke RSUD Hadji Boejasin, namun sesampainya di RSUD Hadji Boejasin ternyata tidak ada lagi dokter spesialis THT di RSUD Hadji Boejasin. "Ya akhirnya saya pindah ke Klinik Ammariz dan berobat ini menggunakan jalur umum,"ucap dia Kepada Pelaihari Post saat mendaftar diKlinik Ammariz, Senin (16/09/2019)

Hal sama dikatakan oleh, Hasan Basri, saat ia di Puskesmas Angsau mengurus surat rujukan untuk memeriksakan kesehatannya yang terkena penyakit sakit tenggorokan. "Rencananya dirujuk ke Klinik Ammariz saja," cetus Hasan Basri

Ditempat terpisah Direktur RSUD Hadji Boejasin dr.Isna Farida, saat di Konfirmasi oleh Wartawan,pihaknya mengakui saat ini RSUD Hadji Boejasin tidak memiliki dokter spesialis THT, memang pihak RSUD Hadji Boejasin sempat memiliki dokter spesialis THT namun hanya bersifat sementara dan saat ini mengalami kekosongan. "Kita juga berupaya mencari dokter spesialis THT, saat ini masih penuh dan kita masih mencari dokter THT yang berminat bekerja di RSUD Hadji Boejasin," ucapnya

Ia menambahkan,di RSUD Hadji Boejasin sendiri yang masih kurang dokternya selain dokter spesialis THT yaitu dokter spesialis penyakit paru akan tetapi bulan depan dokter spesilais paru sudah ada di RSUD Hadji Boejasin. "Secara keseluruhan dokter di RSUD Hadji Boejasin yang dasarnya wajib sudah dinyatakan lengkap, terkecuali dokter spesialis THT dan dokter spesialis paru itu merupakan dokter pelengkap yang sifatnya tidak terlalu wajib, namun kalau memiliki doktet spesialis tersebut ada lebih jauh bagus," jelasnya.

Sementara itu pihak pengelola Klinik Ammariz Pelaihari, Abu Hanipah kepada Pelaihari Post mengemukakan hampir 2 bulan lamanya, Klinik Ammariz banyak rujukan baik dari puksesmas maupun dari dokter praktek. Menurutnya hampir rata rata pasien Poli THT dalam sehari 20 sampai 30 orang," tandasnya. (Asb)

Share on Google+
Tag
Tenaga Kesehatan
dokter spesialis
RSUD