Lingkungan
Kebakaran
Jum'at, 30 Agustus 2019, 18:15:31 wita

Kebakaran Lahan di Desa Gunung Raja Yang Membuat Panik Warga, Kades Inginkan Embung

Share on Google+
Kades Gunung Raja Samsiar , saat dilokasi terjadinya kebaran lahan .Kamis ( 29/08/2019)
Kades Gunung Raja Samsiar , saat dilokasi terjadinya kebaran lahan .Kamis ( 29/08/2019)

PELAIHARI POST 電Kebakaran lahan gambut di Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut tepatnya diperbatasan dengan desa Benua Raya, kecamatan Bati Bati diwarnai kepanikan masyarakat sekitar.

Warga resah karena lahan gambut yang terbakar berdekatan dengan pemukiman. Sehingga amukan api merembet kerumah warga.Tanpa diperintah warga yang panik berusaha memdamkan api.

Kebakaran lahan gambut disitupun, membuat Jalan A Yani Gunung Raja Kecamata Tambang Ulang arah ke Ke Desa Benua Raya Kecamatan Bati Bati tertutup asap yang sangat tebal hingga menyulitkan pengguna jalan roda empat maupun roda dua melintas dijalan tersebut dan cukup membahayakan bagi pengendara.

Pantauan Pelaihari Post ,Kamis (29/08/2019) sore itu,tiupan angin kencang membuat api semakin besar cepat merambat kemana mana, asap yang terhirup membuat sesak pernapasan dan mata menjadi pedih.

Terlihat warga panik dan keluar dari dalam rumah menyelamatkan diri masing masing akibat kepungan api dari lahan gambut dan asap yang masuk kedalam rumah mereka.

Sedikitnya, pada awal kejadian ada beberapa truk pemadam kebakaran (damkar) kerahkan untuk menjinakkan kobaran api.Semakin lama banyak bantuan truk Damkar berdatangan kelokasi terjadinya kebakaran dan dibntu diterjunkan sebuah Helikopter pamadam.

Ditengah suasana kebaran lahan gambut, Samsiar selaku kepala Desa Gunung Raja terlihat sibuk koordinasi kepara pihak meminta bantuan, dirinya panik melihat api yang terus semakin membesar dan mendekati pemukiman warga yang berada di Desa Benua Raya.

Iapun mengaku, awal mula api datangnya dari lahan yang ada diwilayah Desa Gunung Raja RT 06 sekira pukul 11.00 Wita, api semakin besar dan merembet ke lahan yang lain dan mengarah kepemukiman warga. "Ditahun 2019 ini yang pertama kalinya kebakaran di wilayah Gunung Raja "ucapnya

Samsiar, katakan, saat kejadian kebaran seperti ini ia ketahui diwilayahnya itu terkendala masalah air, Sambung Samsiar, melihat susashnya air dilokasi terjadinya kebakaran, pihaknya akan mengajukan pembuatan embung ke pihak Pemerintah Daerah dan minta direalisasikan. "dari tahun dulu saya mengajukan permohonan embung tapi tidak pernah terealisasi "kata dia

Tujuan embung itu Kata Samsiar, berguna dan bisa dimanfaatkan pengambilan air di embun g itu pada saat kebaran terjadi dilahan gambut seperti ini."tutupnya

Akibat peristiwa kebaran lahan gambut itu salah seorang warga sekitar Desa Benua Raya RT 15 yang bernama Malian Sari (13) harus dilarikan ke Puskesmas Bati Bati dilakukan Observasi dan diberi oksigen.

Maliani Sari,mengaku pingsan didepan rumah, saat asap kebaran lahan itu masuk kedalam rumah yang dirasakan oleh Maliani Sari,dada sesak dan mata pedih.Kejadian itu sekitar pukul 13.00 Wita. "Saya dan Herlina kaka saya itu sedang ada disalam rumah pas lagi memberes kan baju, namun tiba tiba banyak asap masuk kedalam rumah dan saya mencoba lari keluar rumah dan akhirnya pingsan."kata Marliana Sari saat ditemui di Puskesmas Bati Bari. Asb

Share on Google+
Tag
Kebakaran
lahan
hutan
api