Ekonomi
Kelapa Sawit
Senin, 05 Agustus 2019, 21:44:21 wita

Pabrik Kelapa Sawit yang akan Tampung Hasil Panen Petani Dibangun di Desa Tajau Mulya

Share on Google+
Peletakan Batu Pertama pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Petani Swadaya Mandiri di Desa Tajau Mulya Kecamatan Batu Ampar, Senin (05/08/2019)
Peletakan Batu Pertama pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Petani Swadaya Mandiri di Desa Tajau Mulya Kecamatan Batu Ampar, Senin (05/08/2019)

PELAIHARI POST 電Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Petani Swadaya Mandiri Dibangun di Desa Tajau Mulya Kecamatan Batu Ampar. Peletakan Batu Pertama, Senin (05/08/2019), dihadiri Bupati Tanah Laut Sukamta. Acara ini juga dihaidri oleh Dirjen Perkebunan yang diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc , Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Asisten Bidang Administarsi Umum Setda Provinsi Kalsel H. Heriansyah, M.Si, Ketua Koperasi Sawit Makmur Samsul Bahri, Perwakilan dari PT Batu Gunung Mulia Putra (BGMP) Angga Yuda Prasetia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Tala, Anggota DPRD Tala, para Kepala Satuan kerja Perangkat daerah(SKPD),Camat serta para petani sawit mandiri khususnya di Kecamatan Batu Ampar.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tanah Laut Sukamta, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi dan Asisten Bidang Administarsi Umum Setda Provinsi Kalsel Heriansyah, melakukan peletakkan batu pertama secara simbolis dalam pembangunana PKS Petani Swadaya Mandiri yang berada di Desa Tajau Mulya tersebut.

Bupati Tanah Laut, Sukamta, sangat mengapresiasi pembangunan pabrik tersebut dan ia menilai pembangunan Pabrik Kelapa Sawit tersebut adalah langkah yang tepat karena saat ini petani kelapa sawit mandiri kesulitan menjual hasil panennya.Lantaran Pabrik Kelapa Sawit Swasta lebih mengutamakan hasil panen dari kebun inti dan plasma milik mereka. “Petani kita tidak bisa maksa ke PKS swasta, maka dari itu jika kita punya PKS mandiri maka petani akan memproses hasil panennya di PKS milik petani sendiri,” Jelasnya

Sukamta pun meminta doa kepada seluruh hadirin agar pembangunan PKS Petani Swadaya Mandiri tersebut bisa berjalan dengan lancar, “kita doakan semoga PKS milik kita ini cepat selesai dan dapat digunakan, karena jika PKS ini dapat berjalan maka petani kelapa sawit mandiri Tala akan sejahtera”Katanya

Perwakilan dari PT. BGMP Angga Yuda Prasetia mengungkapkan bahwa nilai investasi untuk pembangunan Pabrik Kelapa Sawit tersebut senilai 230 miliar rupiah yaitu meliputi pembangunan pabrik, komplek perumahan, jalan dan infratruktur penunjang lainnya.

Menurutnya, PT. BGMP bekerjasama dengan Koperasi Sawit Makmur dalam pembangunan Pabrik Kelapa Sawit yang memiliki kapasitas produksi 450 ton perjam dan akan ditingkatkan lagi menjadi 60 ton per jam, sedangkan untuk pembangunan sudah dimulai dari bulan april 2019 lalu dan akan selesai di bulan juni tahun 2020 nanti”Bebernya

Angga Yuda Prasetia,mengharapkan nanti dengan adanya Pabrik Kelapa Sawit, Petani Swadaya Mandiri ini dapat membantu para petani kelapa sawit mandiri yang ada di Kabupaten Tanah Laut.

Sementara, Ketua Koperasi Sawit Makmur Samsul Bahri mengatakan bahwa Pabrik Kelapa Sawit tersebut, dibangun dengan alasan untuk mensejahterakan para petani kelapa sawit mandiri, pasalnya saat ini nasib para petani sangatlah memprihatinkan.Meskipun ada lima buah Pabrik Kelapa Sawit milik perusahaan swasta yang ada di Tanah Laut. Namun dirinya yakin hanya satu Pabrik Kelapa Sawit yang mau menerima buah kelapa sawit milik petani kelapa sawit mandiri.

Samsul Bahri pun menjelaskan bahwa Petani Swadaya Mandiri sudah beroperasi para petani kelapa sawit mandiri tidak akan bingung lagi untuk menjual buah kelapa sawit mereka. “kita akan mewujudkan harga buah sawit sesuai dengan harga dari PSM Kementerian Pertanian, kita akan mewujdukan kesejahteraan untuk para petani kelapa sawit mandiri di kalsel khususnya Kabupaten Tala”Katanya (Humas Setda Tala /Asb)

Share on Google+
Tag
Kelapa Sawit
perusahaan
petani
panen