Ekonomi
Pertambangan
Jum'at, 02 Agustus 2019, 02:24:21 wita

Wilayah PT JBG di Jorong Alami Penciutan, Kini Tinggal 4,8 Ribu Hektar

Share on Google+
Kepala Teknik Tambang I Gede Widiada (sebelah kiri). 
foto: dokumen Pelaihari Post
Kepala Teknik Tambang I Gede Widiada (sebelah kiri). foto: dokumen Pelaihari Post

PELAIHARI POST 電PT JBG yang merupakan perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) mengalami beberapa kali penciutan wilayah konsesi. Pada tahun 1992 mendapatkan wilayah konsesi 98 ribu hektare, kini tinggal sekitar 4.8 hektar

Kepala Teknik Tambang I Gede Widiada PT JBG saat dikonfirmasi Pelaihari Post , mengatakan, Kamis (01/08/2019), penciutan tersebut merupakan pelepasan wilayah konsesi PT JBG, yang diberikan sejak berdirinya PT JBG di Jorong. "Pada generasi ke 2 di tahun 1992 dengan mendapat wilayah konsesi 98 ribu hektare, mengalami penciutan selama tujuh kali, dan untuk sekarang ini tersisa sekitar 4800 hektare. Yang menjadi lokasi itu merupakan dari penciutan Jorong," ungkapnya.

Menurutnya, Hal ini dilakukan, lantaran kondisi ditahun 2003-2004 tidak mampu melakukan kegiatana dan harus melakukan penciutan, karena secara ekonomis dan jauh dari lokasi PT JBG itu sendiri. Sehingga perusahaan tidak mampu melakukan kegiatan tersebut.Lokasi itu tidak pernah dilakukan aktivitas oleh PT JBG. "Penciutan yang dimaksud ini, bukan bekas pertambangan PT JBG, namun penciutan yang dimaksud, lantaran PT JBG tidak melakukan aktivitas di lokasi tersebut, terkait PKP2B generasi kedua yang dimaksud, PT JBG mendapat konsesi dari PT Arutmin Indonesia saat itu," bebernya

Dijelaskan oleh I Gede Widiada untuk sekarang ini, kegiatan Penambangan Tanpa Ijin (Peti) di wilayah konsesi PT JBG hampir sudah tidak ada.Untuk sekarang ini Peti di wilayah PT JBG sudah tidak ada,” katanya. Asb

Share on Google+
Tag
Pertambangan
perusahaan
batu bara