Budaya
Multaqo Ulama
Rabu, 15 Mei 2019, 22:16:31 wita

KH. M. Mukri Yunus saat Multaqo Ulama Kalsel Serukan Kedamaian dan Stabilitias Keamanan Pasca Pemilu 2019

Share on Google+
Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes, Cendekiawan dan Mahasiswa Muslim Kalsel, Rabu (15/03/2019)
Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes, Cendekiawan dan Mahasiswa Muslim Kalsel, Rabu (15/03/2019)

PELAIHARI POST 電Tokoh Ulama Tanah Laut yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong, Kabupaten Tanah Laut yaitu KH. M. Mukri Yunus hadir saat Multaqo Ulama Kalsel Serukan Umat Islam Wujudkan Stabilitas Keamanan dan Kedamaian Pasca Pemilu 2019, yang digelar di Ballroom Calamus Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (15/5/2019) pukul 16.00 wita.

Sejumlah Ulama yang berkumpul dalam Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren, Cendekiawan dan Mahasiswa Muslim di Kalimantan Selatan (Kalsel) merekomendasikan agar umat Islam menghindari tindakan inkonstitusional dan melawan hukum dalam menyikapi hasil Pemilu 2019.

Maklumat Multaqo Ulama yang dibacakan oleh Al Mukarrom Prof. Dr. KH. Hafiz Ansyari, MA juga menghimbau umat islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif.

Sebelum Maklumat dibacakan, terlebih dahulu diadakan Sekapur Siri dari Ulama, Habaib, dan Pimpinan Pondok Pesantren diantaranya KH. M. Syarbani Haira, M.Si (UNU Kalsel), KH. Tajuddin Noor (Ketua PW Muhammadiyah Kalsel), Drs. KH. Fadli Mansyur (Sekretaris MUI Kalsel), KH. M. Mukri Yunus (Pimpinan Ponpes Nurul Hijrah Tanah Laut), Habib Abdillah Al Habsyi (Pimpinan Majelis Shalawat Rasulullah SAW Amuntai), Dr. KH. Abdul Hasib Salim, MAP (Pimpinan Ponpes Rakha Amuntai), Prof. Dr. Ir. Ahsin Rifai, M.Si (Ketua PW ISNU Kalsel) dan Berry Nahdian Furqon, S.P, MS (Sekretaris PWNU Kalsel) dengan tema "Seruan Sejuk Dan Damai Untuk Indonesia"yang dimoderatori oleh Ketua GP Ansor Kalsel Teddy Suryana.

Para ulama mengajak umat Islam dalam bulan suci Ramadhan 1440 H dengan meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, menjalin silaturahmi, menghindari fitnah dan tindakan melawan hukum atau inskonstitusional

Dalam kesempatan tersebut seluruh masyarakat khususnya umat Islam juga dihimbau taat dan menjauhi tindakan pemberontakan atau bughat terhadap Ulil Amri, penyelenggara Pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebaiknya umat Islam menghindari tindakan yang mengarah pada bughat. Ketaatan disini bisa bermakna tidak keluar untuk mengangkat senjata, melakukan revolusi, meskipun tidak sesuai aspirasinya.

Selain itu Multaqo Ulama tersebut menegaskan bahwa NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara telah sesuai dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Setelah pembacaan Maklumat, acara ditutup dengan tausyiah oleh Al Mukarrom KH. Marzuki Mustamar, M.Ag yang menegaskan bahwa keributan Pemilu harus diakhiri di bulan suci Ramadhan. "Ramadhan kemenangan Islam, Insya Allah penghitungan suara aman, hitungan real aman,"ujar Al Mukarrom KH. Marzuki Mustamar, M.Ag disambut tepuk tangan hadirin saat itu. Asb

Share on Google+
Tag
Multaqo Ulama
Pemilu
damai