Politik
KPPS Meninggal
Sabtu, 11 Mei 2019, 23:04:51 wita

Ketua KPPS di Desa Nusa Indah Meninggal, Sempat Lontarkan Jera Jadi KPPS

Share on Google+
Pemakaman Ketua KPPS pada TPS 5 di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Heru Sukoco di Pemakaman Umum Desa Nusa Indah, Sabtu (11/05/2019)
Pemakaman Ketua KPPS pada TPS 5 di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Heru Sukoco di Pemakaman Umum Desa Nusa Indah, Sabtu (11/05/2019)

PELAIHARI POST 電Ketua KPPS pada TPS 5 di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Heru Sukoco yang meninggal di RSUD Ulin Banjarmasin Jum'at (10/05/2019) telah dimakamkan di Pemakaman Umum di Desa Nusa Indah, Sabtu (11/05/2019) sekitar pukul 09.30 wita. Pemakaman selain dihadiri warga sekitar juga dihadiri Jajaran KPU Kabupaten Tanah Laut, PPK, PPS dan rekan sejawat KPPS di Desa Nusa Indah.

Istri almarhum, Noor Aidah mengemukakan selama ini almarhum tidak pernah ada keluhan sakit. Beberapa hari setelah Pemungutan Suara kondisi tubuh Almarhum terlihat agak melemah. "Ia terlihat seperti kelelahan dan capek berat. Lagi pula beberapa hari kurang tidur. Ia pun susah makan. Kalau makan, dimuntahkan lagi," tuturnya.

Noor Aidah pun mengungkapkan beberapa hari setelah pemungutan suara Almarhum terlihat seperti ada tekanan berat yang dirasakan. "Ia pernah mengatakan kepada anak tertua rasa jera menjadi KPPS. Berat sekali menjadi KPPS sekarang ini," ujar istri almarhum yang didampingi anak tertuanya.

Anak tertua Almarhum pun menimpali kalau ayahnya sebelum meninggal pernah mengeluhkan tugas sebagai KPPS yang cukup berat. "Waktu itu Bapak bilang, tidak mau lagi jadi KPPS. Berat sekali," tutur anak tertua almarhum.

Istri Almarhum menuturkan Almarhum sempat dirawat selama 4 (empat) hari di RSUD Ulin Banjarmasin. Dari informasi yang ia dapatkan Almarhum divonis oleh Dokter sakit lever. "Pada saat itu sempat dibawa ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, tapi selanjutnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin," ucapnya.

Komisioner KPU Kabupaten Tanah Laut Akhmad Rozi, usai pemakaman saat berada di rumah duka membenarkan tugas KPPS cukup berat. "Beban kerja KPPS cukup berat. "Beberapa hari sebelum pelaksanaan Pemungutan suara ia mengikuti Bimtek, lalu dilanjutkan dengan mengelola surat pemberitahuan kepada pemilih, ia harus memilih, memilih dan memverifikasi pemilih yang perlu mendapatkan surat pemberitahuan lalu menyampaikan surat pemberitahuan itu dari rumah ke rumah. Belum lagi kalau yang didatangi tidak dapat ditemui perlu didatangi dilain waktu. Kerja dua kali," jelasnya.

Menurut Akhmad Rozi, sekitar dua hari menjelang pemungutan suara, KPPS pun disibukan dengan mengelola logistik dan persiapan pembuatan tempat pemungutan suara (TPS). "Pada saat hari H pemungutan suara dan penghitungan perolehan suara, sehari penuh sampai larut malam. Dibanyak TPS sampai esok pagi menjelang siang. Untuk melaksanakan pemungutan suara, penghitungan dan pengelolaan logistik yang akan dikirim ke PPK. Beban kerja ini ditambah dengan membuat dokumen sertifikat hasil yang masing-masing jenis pemilihan berlembar-lembar. Masing-masing dokumen itu pun harus dibuat berapa rangkap sesuai dengan jumlah saksi ditambah dengan dokumen yang harus masuk kotak, yang diserahkan ke KPU, Pengawas Pemilu maupun diumumkan. Belum lagi ditambah dengan kerja-kerja membereskan TPS yang usai digunakan baik mengenai tempat dan peralatan maupun tanggung jawab dengan pihak terkait," tuturnya.

Setelah usai pemungutan suara, tutur Akhamd Rozi, KPPS pun tugasnya tidak lantas berakhir. Pada saat Kegiatan Rapat Pleno di PPK kerap kali KPPS masih mondar-mandir karena bila ada permasalahan di Rapat Pleno Rekap di PPK yang terkait TPS bersangkutan dimintai keterangan dan menyiapkan data. "Baik pada kegiatan penyampaian pemberitahuan kepada pemilih (C6), penyiapan logistik dan TPS, Pemungutan Suara dan Penghitungan Perolehan Suara ataupun beberapa hari pasca hari H Pemungutan Suara, kerja-kerja KPPS menguras tenaga, kurang tidur dan dalam kondisi dibawah tekanan kerja, "jelasnya.

Terkait dengan petugas yang meninggal maupun sakit, pihak KPU Kabupaten Tanah Laut saat ini sudah melaporkan kepada KPU RI. "Sudah kita laporkan. Kita sedang melengkapi dokumen-dokumen terkait petugas yang meninggal maupun sakit tersebut. Sesuai dengan Surat Menteri Kesehatan Nomor S-316/MK02/2019 tertanggal 25 April 2019 sudah diatur mengenai santunan kepada petugas penyelenggara Pemilu baik yang meninggal maupun sakit," ucapnya. Asb

Share on Google+
Tag
KPPS Meninggal
pemilu
kpps
pps
ppk
TNI
Rabu, 17 April 2019, 02:05:04
TNI dan Polri Siap Mengamankan Pemilu 2019