Peristiwa
Kesehatan
Jum'at, 29 Maret 2019, 00:33:16 wita

Polisi Buru Anjing Liar yang Gigit Warga, Satu Ekor Ditembak Mati

Share on Google+
Petugas Kepolisian saat berhasil mengamankan satu ekor anjing yang meresahkan warga di Desa Damit, Kamis (28/03/2019)
Petugas Kepolisian saat berhasil mengamankan satu ekor anjing yang meresahkan warga di Desa Damit, Kamis (28/03/2019)

PELAIHARI POST 電Jajaran Personel Sat Sabhara Polres Tanah Laut, Bhabinkamtibmas Polsek Batu Ampar, Masyarakat Desa Damit melakukan pencarian anjing liar sekitar pukul 17.00 wita. Pencarian itu dilakukan, pasca terjadinya anjing liar menggigit dua orang warga Desa Damit RT 17, Kecamatan Batu Ampar, yakni kepada Suparti (60) yang mengalami luka robek bekas gigitan anjing liar pada hari Selasa malam (26/03/2019) warga lainya yaitu Agus (30) mengalami luka robek bekas gigitan dibagian tangan kirinya.

Dalam Pencarian anjing liar itu Kasat Sabhara AKP Riswiyadi dan Kepala Desa Damit Saepul Ulum, ikut dalam pencarian, Kamis (28/03/2019). Dari informasi Dinas Peternakan anjing liar tersebut dinyatakan positif terkena rabies, setelah satu ekor anjing itu dapat dibunuh oleh warga setelah menggigit warga lalu kepalanya di Laboratorium dan hasilnya dinyatakan terkena rabies.

Setelah mendapat informasi bahwa anjing tersebut terkena rabies membuat warga Desa Damit geger ketakutan, kalau terjadi anjing itu datang dan menyerang warga kembali.

Saat pencarian, terlihat satu ekor anjing liar yang sedang diam di depan mushala. Salah satu penembak yang bernama Robert membidikan senapan angin jenis Pasopati ke arah anjing itu, tidak lama terdengar letusan "dor "peluru yang ditembakan mengenai bagian perut,langsung saja anjing itu terdengar melolong kesakitan sambil berlari kearah kebun karet.

Tak mau kehilangan buruanya jajaran Sat Sabhara Polres Tanah Laut dan penembak itu mengejarnya, disemak blukar terdengar dua kali lagi letusan tembakan anjing itu mati seketika, lalu anjing berwana putih garis hitam tersebut dimasukan kedalam karung dan dibawa pihak Kepolisian.

Sri Purwati, Warga yang berdekatan dengan kejadian penembakan anjing itu, menceritakan. Pada awalnya anjing itu ada satu ekor lalu berdatangan anjing lainya menjadi dua ekor. "Tempatnya ada dibelakang rumah saya kadang anjing itu banyak bergerombol," ucapnya

Buruan anjing pun dilanjutkan ke RT 19, disana menyisir kebun karet dan sawit, namun anjing liar tidak dapat ditemukan lagi.Pencarian dihentikan lantaran hari sudah malam.

Kasat Sabhara Polres Tanah Laut AKP Riswiyadi saat dilokasi mengatakan Jajaran Sat Sabhara melakukan penyisiran anjing liar yang sudah ditetapkan anjing rabies,karena saat ini warga di Desa Damit sudah mulai resah dengan adanya anjing liar tersebut.

Ditempat yang sama Kepala Desa Damit Saepul Ulum, menyampaikan bahwa hingga saat ini ada dua warga yang terkena gigitan anjing liar. Dua warga tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit dengan kondisi saat ini sudah membaik tinggal dilakukan rawat jalan.

Warga di Desa Damit ini Kata Saepul Ulum, tidak ada yang memelihara anjing dan anjing liar datang dari luar yang tidak diketahui pemiliknya. Baru tiga hari yang lalu anjing liar menyerang warga, tetapi tidak menyerang ternak. "Pertama kita lihat ada anjing liar itu ada dipasar ada satu ekor, tapi dari informasi warga ternyata anjing liar itu banyak sekali ada dipinggir kebun dan beru pertama kali kejadian seperti ini anjing menyerang warga," tuturnya. Asb

Share on Google+
Tag
Kesehatan
anjing
rabies
penyakit
damit