Peristiwa
Kejadian
Senin, 24 Juli 2017, 23:40:10 wita

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut Lakukan Rapat Mediasi Terkait Sengketa Lahan HGU di Desa Ambawang

Share on Google+
Rapat Mediasi yang digelar Pemkab Tanah Laut di ruang rapat Setda Tanah Laut lantai III.Senin (24/07/2017)
Rapat Mediasi yang digelar Pemkab Tanah Laut di ruang rapat Setda Tanah Laut lantai III.Senin (24/07/2017)

PELAIHARI POST 電Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Rapat untuk melakukan mediasi permasalahan warga Warga Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar dengan PT. Sarana Subur Agrindotama (PT. SSA) terkait sengketa lahan HGU. Rapat digelar di ruang rapat Setda Tanah Laut lantai III.Senin (24/07/2017) yang dihadiri Pjs Asisten Satu Setda Tanah Laut H Bambang Kasudarisman, S.IP, M.Si dan H .Sutrisno, S.Sos, M.Si Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Kapolsek Batu Ampar Iptu Darso ,Camat Batu Ampar, SKPD terkait dan Bagian Humas PT SSA sendiri H Gani serta Puluhan Masyarakat Desa Ambawang.

Pjs Asisten Satu Setda Tanah Laut H Bambang Kasudarisman, S.IP, M.Si usai rapat, Senin (24/07/2017), mengatakan setelah melakukan survey lapangan oleh tim di lapangan selama sekitar tiga bulan Tim mendapatkan rekomendasi dari Bupati dalam penyelesaian akhir yaitu harus melakukan musyawarah terlebih dahulu. "Pihak Pemerintah Daerah hanya menjembatani melakukan mediasi dan memfasilitasi kedua belah pihak. Silahkan berunding dan ini diharuskan musyawarah terlebih dahulu untuk hasil rapat tadi belum ke arah musyawarah baru membicarakan soal patok pembatas yang akan dilakukan oleh pihak PT SSA. Dasil investigasi pihak Tim memang di lokasi tersebut tanah warga terindikasi tanah HGU. Berharap di musyawarah, berikutnya bisa ada hasil kesepakatan masih ada waktu satu seminggu,Kalau tidak ada keputusan diserahkan ke Hukum untuk adu Argumen. Tadi saat melakukan rapat belum ada kesepakatan pihak PT SSA ingin dilakukan pembikinan parit sedangkan masyarakat ingin pembikinan patok jadi hasil tadi masih tarik ulur," ucapnya.

Sedangkan Humas PT SSA .H Gani mengatakan dari rapat yang dilaksanakan baik PT SSA dan Warga Desa Ambawang belum ada hasil. "Hasilnya buntu tidak ada kata mufakat. Sebelum kita laksanakan rapat ini pihak PT SSA sendiri sudah memberitahukan ke pihak Desa Ambawang pihak PT SSA akan membikin batas. Kebuntuan ini ada pihak masyarakat yang tidak mau membebaskan lahanya ke pihak PT SSA dan ia minta dikeluarkan dari lahan HGU. Untuk kedepanya pihak PT SSA akan memikirkan Warga secara pendekatan pendekatan kepada warga. Jika hal ini tidak bisa diselesaikan lagi pihak PT SSA akan membawa masalah ini ke Jalur Hukum alternatif terakhir yang akan dilakukan oleh pihak PT SSA akan tetapi hal ini masih bisa diajak musyawarah pihak PT SSA sudah siap untuk lakukan pembebasan. Yang sudah diganti rugi lahan tumbuhnya oleh pihak PT SSA ke warga desa ambawang ada 20 orang lebih dalam satu (1) hektar diganti sebesar Rp 15 juta," ujarnya. Asb.

Share on Google+
Tag
Kejadian
sengketa
lahan
hgu
karet
mediasi
ambawang